Mabuk Janda
“Sudahlah Men, Lupakan Gisha. Gua paham perasaan lo yang sudah berjuang, setia menunggu, bahkan lo selalu menolak kalau gua ajak enak-enak sama cewek ke puncak. Tapi, balasannya?”
Gede berbicara selayaknya cowok yang menasehati sahabatnya. Dia yang paling tahu brengseknya aku di masa lalu. Namun, semua itu aku tinggalkan semenjak aku menjalin hubungan dengan Gisha. Wanita pertama yang membuatku yakin untuk menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab. Di mana seharusnya kepulangannya nanti akan menjadi momen sakral pernikahan kita.
“Lagian Gua masih gak habis pikir sama Raka, bisa-bisanya cewek temen sendiri diembat. Belum pernah apa dia ditelanjangin terus digantung di monas.”