Malam pertama saya menginap di penginapan itu, pintu masuknya sudah memberi sinyal: mewah tetapi tidak sengaja pamer. Saya langsung suka dengan detail ukiran kayu dan lampu gantung yang hangat—sensasi yang membuat saya merasa sedang berada di rumah bangsawan Solo, tapi tetap ramah kantong. Kamar saya bersih, sprei wangi, dan handuk lembut; AC dingin pas, serta tirai yang bisa menghalangi cahaya jalan saat saya butuh tidur siang panjang setelah keliling kota.
Pelayanan jadi nilai plus terbesar menurut saya. Stafnya sigap tanpa terkesan kaku; mereka memberi rekomendasi bakmi legendaris dan rute jalan kaki ke Pasar Klewer yang terasa seperti sahabat lokal yang tahu seluk-beluk kota. Sarapan pagi menyajikan perpaduan menu lokal dan internasional—nasi liwet mini yang saya coba pagi kedua patut diacungi jempol.
Tentu ada hal kecil yang bisa ditingkatkan: koneksi Wi-Fi agak naik turun kalau banyak tamu, dan beberapa perabotan punya tanda usia (tapi justru memberi karakter buat saya). Lokasinya strategis untuk jalan-jalan santai ke Keraton dan Alun-Alun, jadi kalau kamu cari penginapan anggun dengan nuansa lokal + pelayanan hangat, tempat ini layak dipertimbangkan. Saya pulang merasa cukup dimanjakan dan cukup berhemat untuk makan jajan Solo sepanjang hari berikutnya.