Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tes

Tes

Aura Lika transser8ries
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
Dia duduk di ayunan tersebut, dan menepuk tempat di sampingnya sebagai kode untukku duduk di sampingnya. Aku duduk di samping Mas Wira. Lalu, membuka tutupan pop mie. Aroma pop mie menyeruak dan membuatku makin tak sabar untuk menikmatinya. Aku menyendokkan mie ke mulutku. “Hmmm… berasa lagi muncak.” “Kamu pernah ngedaki?” tanya Mas Wira penasaran. Aku menggeleng masih sambil mengunyah. “Nggak”
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

dewi Triana.A77106boleerosusiaku
sambungnya kemudian. Sean membawa Kesya memasuki lift yang akan mereka ke lantai atas. Ketika suara dentingan lift terdengar Sean langsung menarik tangan Kesya dan berjalan ke sebuah ruangan khusus. Lelaki itu lalu menempelkan sebuah kartu dan seketika pintu terbuka menampakkan seisi ruangan yang begitu indah. Tanpa sadar kaki Kesya melangkah masuk, ekspresi wajahnya sangat bahagia. Ketika pandangannya menatap lurus ke depan, Kesya berlari lalu menyibakkan sebuah gorden yang melambai-lambai karena sentuhan angin malam. Rasanya Kesya ingin pingsan saat itu juga. Bagiamana tidak, sebuah rooftop yang menghadap ke sebelah timur dengan menampakkan keindahan kota di malam hari kini terpampang jela
9.911.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Kata Yasa yang gemas dengan tingkah Speranza. Speranza yang sadar akan tingkahnya langsung duduk dengan tegak dan berdehem. Dia mengambil tissu dan membersihkan bibirnya. Dalam Sedetik mimik wajah Speranza berubah menjadi datar. Yasa terkekeh kecil melihat perubahan Speranza. Dia mengambil piring spaghetti dan mengaduk spaghetti tersebut. Speranza terus memperhatikan spaghetti tersebut tanpa berkedip.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
LETUP

LETUP

Selimut yang kemudian Kaila peluk sebentar sembari menguap. Pelan-pelan, gadis itu bangkit ke posisi duduk. Kepalanya masih sedikit pusing, tapi rasanya lebih baik. Sembari menelengkan kepalanya, Kaila merogoh ponselnya yang mengganjal di saku celana. Ia kemudian menghidupkan layarnya. 5:57.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
HEAVY

HEAVY

Segera ia berbegas pergi meninggalkan rooftop. Yogi menuruni tangga darurat dengan tergesa-gesa. Langkah kakinya melambat saat mendengar sebuah keributan di ujung anak tangga. Pria itu segera bersembunyi di sudut tangga, beruntung posisinya berada di belokkan. "KAU MINTA UANG PADAKU? KAU INI TIDAK TAU MALU YA? KAU HANYA ANAK ANGKAT, BUKAN KELUARGA KANDUNG KAMI!"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Home

Home

"Mau apel? Aku kupasin." Aku hanya mengangguk dan menikmati makananku selagi dia mengupas apel menggunakan pisau. Sesekali aku melirik ke arahnya--Mas Biru kelihatan begitu atraktif ketika fokus melakukan satu hal. Kedua alisnya bertaut samar saat berusaha mengupas tanpa memutus sambungan kulit buah itu.
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Wake Up!

Wake Up!

"Lo berdua terserah, pengen milih tidur di mana antara atas dan bawah ranjang itu." Neyza dan Ulyn saling tatap, baru keduanya bersamaan menoleh ke arah ranjang yang Dinda maksud. "Lo pengen di atas atau di bawah?" tanya Ulyn pada Neyza. Neyza menatap ranjang tinggi itu sekali lagi. "Gue takut di atas, lo aja yang di sana." Ulyn mengembangkan senyum simpul dan mengangguk sambil menarik selimut yang ia bawa ke ranjang atas sana. Sementara Dinda sudah membuka ponselnya tanpa peduli kedua teman sekamarnya.
9.72.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Rotate

Rotate

Kami hanya di jatah makan 2 kali sehari pagi dan sore, dan bukanya 3 kali seperti bagaimana kebutuhan nutrisi seharusnya. Ku helakan nafas panjang, aku paling tidak suka mengantri. Seharusnya bagian dapur membedakan barisan sesuai dengan ras masing masing. Lihat barisan panjang itu, mereka tak berjalan seperti seharusnya. Begitu ras yang lebih tinggi datang, mereka dengan angkuhnya menyalip ke barisan paling depan. Dan seperti biasa para koki dapur hanya diam seribu bahasa dan melayani para upper rank itu dengan pantas. Coba saja, jika aku yang memiliki rank Zero ini berada di bagian terdepan, hanya butuh hitungan jari untukku mundur beberapa langkah ke titik semula. Aku berjalan lesu ke dal
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai side up
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status