Pembalasan Wanita Terhina
Raihan meyakini jodoh adalah cerminan diri, tapi Raihan berkaca kepada dirinya, bukan sok alim atau munafik tetapi selama ini Raihan memang selalu menjaga sikap dan pandangannya, tidak seperti Fitri yang bebas melakukan apa saja sesuka hatinya tanpa memandang norma yang berlaku, bahkan saat bicara di tempat umumpun wanita itu tidak merasa sungkan untuk berkara vulgar, seperti saat ini.
"Jagalah sikapmu. Fit. Apakah kau tidak punya rasa malu."
"Amboiii ... Abwangg nih, ternyata Abwang malu-malu kucing, padahal aslinya doyan, cepatlah bantu Fitri keluar dari tempat ini Bwang, apa Abwaang tahan tidak mencelup anu Fitri, udah lima hari ini menganggur Bwang, denyut-,denyut sudah setumpuk Fitri,"
Hot Chapters