Sentuh Aku, Om Dokter!
Bagian atasnya terbuka, sehingga suara dari dalam sel tetap bisa masuk tanpa hambatan, seolah tidak ada batas privasi yang benar-benar utuh di sana.
Di dalamnya hanya ada kloset jongkok dari porselen yang sudah menguning, ember plastik besar berisi air yang tampak tidak terlalu jernih, serta gayung usang dengan gagang retak. Lantainya lembap dan dingin, menyimpan jejak air yang tidak pernah benar-benar kering, disertai bau khas ruang tertutup yang bercampur dengan aroma antiseptik murah yang menusuk samar.
Tidak ada kenyamanan, tidak ada ketenangan—hanya ruang sempit yang cukup untuk menyelesaikan kebutuhan paling dasar manusia.
Hot Chapters