KAMAR KEDUA
Ia mengenali beberapa helai pakaian wanita yang digantung.
Sheza mendekati bagian itu. “Padahal ini baju aku. Tapi Bapak yang minta pindahin. Semuanya serba kata Bapak,” gumam Sheza, tersenyum dengan satu sudut bibirnya.
Setelah mengeluarkan pakaian rumahnya berupa terusan bermotif bunga kecil-kecil, Sheza masuk ke kamar mandi. Di sana ia berdiri menatap kaca dan mulai menyentuh satu persatu toiletries milik Satria. Krim pencukur, after shave, deodorant spray, sikat gigi elektrik berwarna abu-abu dan di sebelahnya—mata Sheza membulat—ada sikat gigi elektrik berwarna merah jambu. Entah kapan Satria menambahkan sikat gigi itu di sana. Apa itu termasuk salah satu yang dikerjakan Tuti hari itu?