Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Legenda Galuh Tapa

Legenda Galuh Tapa

''Aku harap ilmu kanuraganmu lebih tajam dari lidahmu. Satu sosok siluman kera besar tinggi dengan tubuh dipenuhi bulu berwarna hitam lebat dan taring putih Tajam yang mengintip keluar dari bibirnya, seketika telah berada tepat di hadapan Galuh Tapa. mata siluman itu semerah darah, dan menatap Galuh Tapa dengan wajah bengis. Dia berdiri layaknya manusia,, membawa sebuah senjata gada besar yang berduri sangat tajam.
1071.3K viewsOngoingAdded to Library 2.7K Times as siluman kera
Show Reviews (37)
Read
+Library
Kaiser
maaf semuanya, karena selama ini saya belum bisa melanjutkan cerita Galuh Tapa. Tapi sebentar lagi, saya akan segera melanjutkan kembali novel ini, hingga tamat. Terimakasih atas dukungan para teman-teman.
putriutara13
Numpang promo kak JEJAKA EMAS And The Legend Of The Ten Rings JEJAKA. Anak seorang dewa yang terlahir di muka bumi. Kelahirannya diiringi amukan badai petir yang maha dahsyat. Terlahir bersama seekor Naga Emas yang kemudian menitis dan menyatu kedalam raganya.
Read All Reviews
CERAI

CERAI

ucap Sofyan to the poin Bu Sari yang mendengar itu jelas kaget. tidak menyangka bahwa kedatangan mereka jelas memiliki tujuan lain. " Tapi, kenapa mendadak Pak? apa Zaira melakukan kesalahan?" tanya Bu Sari dengan wajah yang masih terlihat kaget. " Ini minumannya Pak, Silakan diminum.. Maaf seadanya saja" ucap Zaira di sela sela pembicaraan mereka sambil meletakkan nampan yang ia bawa.
107.0K viewsOngoingAdded to Library 168 Times as siluman kera
Read
+Library
Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

“Percuma saja kau mengharapkan seluruh tubuhnmu tumbuh dan utuh... golok Uragajathi-ku memiliki keistimewaan dari semua golok parang yang ada... golok ini agaknya memang tercipta untuk menghabisi Butokala dan Butodurga. Siluman-siluman berjenis terkuat yang tak pernah bisa mati meski dibelah tubuhnya, dikubur, bahkan dibakar.. kecuali oleh sinar matahari...” “Apa maksudmu, bajingan tengik!” pekik Nyi Jetayu yang kini tersisa kepalanya saja. Mulutnya menganga, menunjukkan gigi taring yang tampak makin memanjang. Belum lagi lidahnya kini malah terlihat bercabang: benar-benar serupa ular. “Kalau maksudmu serangan golok tadi tidak akan membuat kami beregenerasi kembali... kau salah besar... Buto
101.6K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as siluman kera
Read
+Library
ISTRI YANG KUSIA-SIAKAN

ISTRI YANG KUSIA-SIAKAN

Ela cemberut, dia langsung diam seribu kata jika sudah ngambek. Usai menyelesaikan makan. Aku langsung mengajak Ela keluar memasuki mobil. Sepanjang jalan, Ela masih membisu. Dia tetap diam meski aku terus menggombalinya. "Sayang." Aku mencubit pipi Ela setelah memarkirkan mobil di taman kota. Ela tetap cemberut, dia malah menepis tanganku. "Jangan gitu, doong. Nanti tambah cantik tau!" rayuku lagi. Ela langsung menoleh menatap mataku.
5.8K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as siluman kera
Read
+Library
Seribu Pintu Sindukala

Seribu Pintu Sindukala

Nawasena menggaruk hidungnya, lalu melirik kepada Raesaka. “Saya juga sudah menemukan tulang belulang Sindukala di Samara, dan ini identitasnya,” lanjut Raesaka sambil memperlihatkan kartu identitas Sindukala yang terbungkus plastik bening. “Rahinakala Sindu itu nama aslinya.” “Sudah kamu cari arsip dengan nama Rahinakala Sindu?” tanya Nawasena setelah membaca kartu identitas itu tanpa mau menyentuhnya. Baginya, ini sulit dipercaya.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as siluman kera
Read
+Library
SUAMI KE-15 NONA SERENA

SUAMI KE-15 NONA SERENA

KLEK! “Kenapa kamu lama sekali, sayang?” Suara yang muncul dari lift rahasia di balik sebuah rak buku itu membuat fokus Serena teralihkan. Seorang pria tampan dengan mata biru dan rambut cokelatnya yang menawan keluar sambil membawa segelas wine di tangannya. “Sudah berapakali aku katakan jangan kesini seenaknya!” bentak Serena dengan nada yang marah. Penampilannya yang sudah kacau itu membuat suasana semakin menegangkan.
1010.4K viewsCompletedAdded to Library 414 Times as siluman kera
Read
+Library
SELIR HATI

SELIR HATI

“Saya buatin teh dulu ya, Nyonya. Biar pikiran anda agak tenang.” Begitu Sari keluar, Gita ngambil lagi liontin itu. Ia perhatikan ukirannya: ada simbol kecil di tengahnya, mirip lambang kerajaan, tapi dengan satu garis tambahan di bawah. Sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
104.0K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as siluman kera
Read
+Library
Legenda Pendekar Pedang Liu Shin

Legenda Pendekar Pedang Liu Shin

Zhu Lao dan Sie Gong seketika barada di depan Liu Shin, berhadapan dengan ketiga Raja Siluman. "Zhu Lao, Sie Gong ... jangan bunuh terlebih dahulu makhluk berbentuk Kera itu! Aku perlu informasi darinya," perintah Liu Shin. Dia melihat Raja Siluman Kera yang berperan aktif seperti Siluman yang memimpin dua Raja Siluman lainnya. "Baik Tuan," jawab Zhu Lao dan Sie Gong.
9.5401.0K viewsCompletedAdded to Library 14.4K Times as siluman kera
Show Reviews (60)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Kurnia Novendra
mau nanya bos,.padahal saya sudah baca legenda pendekar pedang Liu Shin ini udh sampai Liu shin ikut pertandingan di kerajaan shung setelah dia mengobati racun kalajengking hitam,.kok sekarang balik ke awal lagi,.!?mohon dilanjtkan seperti semula lagi bos,.Liu Shin ikut pertandingan yg ke 4,.
Read All Reviews
PESUGIHAN LEMBAH MONYET

PESUGIHAN LEMBAH MONYET

Dengan tatapan yang tajam penuh kebencian dan kemarahan. Sosok seekor kera yang sejak tadi berada di atas pohon mangga yang ada di halaman rumah Pak Karto. Kera siluman yang dikirim oleh Mario untuk mencari calon 'pengantin' yang akan dipersembahkannya besok lusa, saat bulan purnama penuh.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as siluman kera
Read
+Library
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Tiba-tiba terdengar suara siulan yang disertai dengan tawa tergelak-gelak. Kedua manusia kera terkejut. Merasa berada di daerah kekuasaan sendiri keduanya sama hentikan langkah. Kara yang bisa melenggang bebas segera pandangi keadaan di sekitarnya dengan mata nyalang. Karena dia tidak melihat siapapun di sekitar situ. Penasaran Kara membuka mulut dan berseru. "Siapa yang bersiul, siapa yang baru saja tertawa? Kuharap jangan suka mencari perkara kalau tak mau mampus"
99.4K viewsOngoingAdded to Library 245 Times as siluman kera
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status