PERMAINAN SUAMI DAN IBU TIRI
“Kamu merasa puas sudah mendorongku, Tante? Oke! Aku akan pergi dari rumah ini,’ jawab Lani seperti mengalah.
Aku melangkah mendekatinya, melihat sorot matanya aku teringat Luna. Tidak! Dia bukan Luna, hanya mata saja yang mirip, Luna sudah mati, mustahil kalau dia hidup setelah apa yang aku dan Tante Dona lakukan.
Plak!
“Bagaimana rasanya? Ini yang aku inginkan sebelum ke luar dari rumah ini,” kata Lani menatapku tajam.
Aku sedikit lengah karena melihat matanya mirip mata Luna, sial.
“Berani kamu menamparku?!” Aku tidak tinggal diam dan langsung kubalas tamparan itu, tapi sial, dia berhasil menghindar dan memelintir tanganku hingga aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sial!
Bersambung ...