Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
desis Arjuna, lalu dia menekan tombol unlock di bawah meja—tombol darurat yang biasa dia pakai untuk membuka kunci pintu otomatis.
Klik.
Pintu terbuka.
Arjuna langsung menyambar dokumen acak di atas meja, berpura-pura sedang membaca dengan serius. Tangan kirinya di atas meja memegang kertas, sementara tangan kanannya di bawah meja... menahan kepalaku agar tidak bergerak.
Luna melangkah masuk.
"Ya ampun, Pa! Kenapa dikunci sih?" omelnya sambil berjalan masuk dengan santai. Dia masih mengenakan piyama yang sama, membawa kotak kecil di tangan.