MENJADI ORANG KEDUA
Begitu turun dari mobil alunan musik yang menggetarkan paving makin terasa saat aku yang sudah lolos pengecekan dari pria-pria berbadan kekar, berdiri di dalam gedung yang suasananya lebih ramai dari yang kuingat.
Dentuman musik dan suara manusia yang jumlahnya tak mungkin sedikit, menggema bersamaan.
"Dia masih di dalam. Lantai dua, kursi paling ujung. Mbak, ingat perjanjian kita, bukan?" bisik waitress yang menabrakku dan menjatuhkan dirinya begitu alami.
"Ya." jawabku membantunya bangun.
"Terimakasih, Mbak, dan maafkan saya."
Bab Populer