Serenade Cinta Dibawah Bintang
Ia membawa sketchbook dan pensil, duduk di bangku paling ujung, membiarkan angin sore menyapu rambutnya.
Setelah lama tidak menggambar secara bebas, ia mulai menggoreskan pensil. Bukan proyek, bukan tugas, hanya... perasaan. Ia menggambar sosok dua orang duduk berdampingan, saling memandang tanpa kata.
Di bawah sketsa itu, ia menulis satu kalimat:
“Kalau kita bisa saling memahami, kita nggak harus saling memiliki.”