Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Mereka duduk di meja paling belakang, dan Arman memesan dua gelas alkohol, memutuskan untuk menenangkan diri mereka dengan sesuatu yang bisa mengalihkan pikiran sejenak. Keduanya terdiam sambil menunggu minuman datang. Elora bisa merasakan suasana antara mereka mulai mencair. Ia menatap gelas yang terisi cairan cokelat keemasan itu dengan pandangan kosong. Wajah Arman tampak lebih rileks, meskipun matanya masih tertekan, penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab. Begitu gelas pertama mereka datang, Arman mengangkatnya. “Untuk bertahan hidup, Elora,” katanya sambil tersenyum, meskipun senyum itu terkesan lebih getir dari yang ia harapkan.
910 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as sketsa malin kundang
Read
+Library
Skandal sang Nyonya Muda

Skandal sang Nyonya Muda

Kota yang tak pernah benar-benar tidur itu masih menampakkan lampu-lampu gedung yang bertebaran seperti bintang di kejauhan. Raka duduk di kursi rotan, segelas wine di tangannya. Wajahnya sedikit lebih segar meski kantung mata masih membayang. Di hadapannya, Selena bersandar santai, mengenakan dress tipis berwarna gelap. “Akhirnya kelar juga kekacauan itu,” gumam Raka, memutar gelasnya pelan. Selena tersenyum kecil. “Benar-benar malapetaka sih kalau sampai nggak ketemu orang itu. Bisa habis Mahendra Grup.”
104.3K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as sketsa malin kundang
Read
+Library
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Itu kalimat pertama yang bisa aku ucapkan sejak saat kado itu diserbu oleh mereka. Sketsa itu aku buat persis di malam hari setelah aku dan Andre jadian. Wajah tampannya yang terlihat macho hari itu terbayang-bayang di anganku, lalu aku terpikir untuk mengabadikannya dalam gambar. Inginnya aku simpan sendiri, tapi semalam aku berubah pikiran dan memasukkan sketsa itu ke dalam kotak hadiah untuk Andre. Tentunya aku sudah sempat mengambil gambarnya dengan kamera ponselku. "So sweet banget sih kamu, Rin," kata Santi yang sudah kembali ke mejanya di sebelahku. Aku mencebik malu-malu.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as sketsa malin kundang
Show Reviews (28)
Read
+Library
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Read All Reviews
Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Dijodohkan dengan Ipar Posesifku

Huek rasa-rasanya Kinara mau muntah melihatnya. "Belum, Sayang. Aku kan nungguin kamu." Malya melingkarkan tangan pada perut Galang. "Cut! cut!" tiba-tiba Kinara berteriak lantang. Malya menoleh ke arahnya seraya melepaskan pelukan. "Nggak ada adegan peluk-peluk di skrip!" Ia mengibar-ngibarkan skrip yang ada di tangannya dengan berapi-api.
10261.9K viewsCompletedAdded to Library 8.6K Times as sketsa malin kundang
Read
+Library
Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen

Skandal Satu Malam Bersama Pak Dosen

Hanya saja, Theo malah terkekeh sinis sambil kembali mengotak-atik ponselnya seperti orang yang hendak memposting sesuatu di beranda sosial media. “SKANDAL PANAS! Seorang dosen perfeksionis yang berinisial IKD, telah tertangkap kamera paparazi sedang berkencan dengan seorang gadis yang diduga adalah mahasiswanya sendiri. Walau belum diketahui dengan pasti siapa sosok gadis yang duduk satu meja dengannya, tapi kabar ini bisa dianggap valid karena pemilik wajah dari pria tersebut adalah seorang dosen yang sedang aktif mengajar di salah satu kampus elit di kota Jakarta.”
105.2K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as sketsa malin kundang
Read
+Library
Pengasuh Kesayangan Tuan Duda

Pengasuh Kesayangan Tuan Duda

Kalau Claudia bisa membaca apa yang Malven bayangkan, wanita itu pasti akan merajuk. Setelah melewati ruang tamu yang memang berada di area luar, Malven bisa melihat beberapa lukisan sepanjang koridor. Claudia menjelaskan pada Raga jika lukisan-lukisan itu adalah karya ibunya saat masih aktif sebagai seniman. “Kakak bisa ngelukis juga?” “Bisa, dong! Kakak bisa gambar gunung dan matahari,” ucap Claudia bangga, karena ia pernah mendapat nilai delapan puluh di kelas menggambar saat SD dulu.
10120.3K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as sketsa malin kundang
Show Reviews (24)
Read
+Library
Agura Senja
Gaes, kmarin aku kena writer block, dan ini prtama kli ada bnyak pkiran negatif brseliweran. Slah stunya aku tkut cerita ini gak mnghibur dan gk bsa menghilangkan sedikit 'lelah' orang lain. Tpi, makasih bgt karna masih stay, makasih untuk komentar2nya juga, aku jdi tau kalau ada yg baca cerita ini.
TnaBook's
hello kak, numpang nih hehe, jangan lupa ya mampir juga ke "Godaan sang tante" , seorang pemuda yg cari pekerjaan, tapi malah dapat simpanan, bos nya sendiri, bahkan sampai memiliki anak, dan lagi, bos itu sudah memiliki pasangan hidup, gimana? penasaran kan, yuk mampir. ...
Read All Reviews
Skandal Satu Malam dengan Bos Suamiku

Skandal Satu Malam dengan Bos Suamiku

Tidak menunggu jawaban dari Kevin, Sasha berjalan menuju buffet di mana tersaji beraneka macam minuman dan makanan. Diambilnya sebuah gelas dengan cairan berwarna keemasan, kemudian ia keluarkan sebuah klip dari dalam dompet yang ia bawa. Tangannya bergetar saat menuang bubuk berwarna putih ke dalam gelas kemudian menggoyang-goyangkannya hingga larut bersama minuman itu. Ia berjalan kembali ke tempat di mana Kevin masih berdiri dengan kedua tangan dalam saku celana.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 128 Times as sketsa malin kundang
Read
+Library
Skandal Cinta Wanita Penghibur

Skandal Cinta Wanita Penghibur

Dia masih kesal karena untuk kedua kalinya rencana yang sudah disusunnya gagal. "Kau biasanya lebih piawai dalam hal seperti ini, Sayang!" jawab Bastian Mahendra di ujung sambungan. Ketenangan seorang Bastian Mahendra memang tidak diragukan lagi. Bahkan dalam keadaan genting pun, Bastian masih tetap dengan ketenangan yang sama. "Aku akan menculik gadis itu dan sedikit menyiksanya!" kata Kanaya beberapa saat kemudian. "Usul yang bagus! Bagaimana kalau aku tambahkan bumbu sedikit? Agar kisah ini lebih menarik?"
102.4K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as sketsa malin kundang
Read
+Library
Pewaris Tunggal

Pewaris Tunggal

Mereka kembali ke tempat semula dan memperhatikan ke lima gambar ini dengan cermat, Mr Rahim Lim kini sudah duduk dan ia mempersilahkan ke 7 orang itu duduk kembali, ia sampai lupa mempersilahkan Hasim yang masih berdiri di belakangnya. Karena Mr Rahim Lim fokus menatap Kim An dan Mellyana yang kini sedang serius meneliti ke lima gambar yang di buat Hasim. “Mr Rahim, sketsa ini sudah mendekati sempurna, hanya kurang dikit lagi, kalau itu disempurnakan, hasilnya akan luar biasa!” itulah suara Kim An. “Betul Mr Rahim, sangat detil sekali di sketsa gambar ini, tinggal di sempurnakan seperi kata Mr Kim An!” kali ini Mellyana yang menyambung.
9.9342.3K viewsCompletedAdded to Library 13.0K Times as sketsa malin kundang
Show Reviews (22)
Read
+Library
Kalyla Bailusy
sangat respeck dengan alur ceritanya, terlepA dari soal cerita pwrcintaan banyak hal positifvyang dapat dijadikan pelajaran pada prunsionya sangat care dengan ini, moga kelanjutnya segera myngkin terima kasih.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Read All Reviews
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

Di dalam kotak itu terdapat sebuah set lukisan kecil, buku sketsa tebal, cat air berkualitas, dan kuas kecil yang tersusun rapi. Di halaman pertama buku sketsa, Nadia menulis sesuatu dengan tangan. Elena membacanya keras-keras: "Untuk Elena, supaya kamu bisa menggambar semua tempat indah yang akan kamu kunjungi." Elena memandang Nadia dengan mata berbinar. “Aku suka ini” seru Elena. Ia langsung memeluk Nadia erat. “Terima kasih. Ini hadiah terbaik” ucap Elena.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as sketsa malin kundang
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status