Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Terlarang Atau Takdir

Cinta Terlarang Atau Takdir

Sky menatap Aruna selama beberapa saat kemudian merangkak mendekat, kepalanya menunduk menempelkan telinga di perut sang mami. “Adik bayi,” kata Sky seperti sedang memanggil. Aruna tertawa begitu juga Leonhard tapi tanpa suara, pria itu masih bersembunyi di balik pintu. Sky lantas menjauh, lalu turun dari atas ranjang dengan cara menurunkan kedua kakinya lebih dulu setelah itu melangkah tertatih menuju peti mainannya. Dia merogoh ke dalam peti sembari berjinjit hingga tubuhnya menungging lalu kembali naik dengan susah payah dibantu Aruna ke atas ranjang membawa sebuah mainan berbentuk karakter Minnie Mouse.
1030.7K viewsCompletedAdded to Library 921 Times as sketsa minions
Read
+Library
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Itu kalimat pertama yang bisa aku ucapkan sejak saat kado itu diserbu oleh mereka. Sketsa itu aku buat persis di malam hari setelah aku dan Andre jadian. Wajah tampannya yang terlihat macho hari itu terbayang-bayang di anganku, lalu aku terpikir untuk mengabadikannya dalam gambar. Inginnya aku simpan sendiri, tapi semalam aku berubah pikiran dan memasukkan sketsa itu ke dalam kotak hadiah untuk Andre. Tentunya aku sudah sempat mengambil gambarnya dengan kamera ponselku. "So sweet banget sih kamu, Rin," kata Santi yang sudah kembali ke mejanya di sebelahku. Aku mencebik malu-malu.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as sketsa minions
Show Reviews (28)
Read
+Library
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Read All Reviews
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

Keita adalah teman kecil Mina. Satu-satunya teman yang mau bermain dengannya. Seorang bocah yang dulunya selalu mencarinya. Bocah laki-laki yang mengintipnya dari jendela. Kemudian menunggunya selesai melukis. “Cepatlah Mina. Ayo bermain denganku. Aku sangat ingin bermain sambil makan es krim,” ucap Keita kecil waktu itu.
9.590.8K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as sketsa minions
Read
+Library
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

Terdapat satu minion level 20+ (elite), sebelas minion level 10+ (elite), dan ratusan minion level 5. Hampir tidak ada harapan untuk pertempuran ini! Lin Ke melihat arlojinya. Hanya tersisa lima menit sebelum kontrak hadiah itu dicabut. Link mengamati sekelilingnya dan berpikir, "Jika dia bertekad untuk melarikan diri, dia pasti akan mampu lolos dengan perlindungan Elang Pasir, perisai lengan untuk menyerap api, penghancur tenggorokan, dan pisau terbang berlumuran racun untuk menghancurkan pertahanannya."
1.8K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as sketsa minions
Read
+Library
Despicable Boy

Despicable Boy

Kepalanya berpikir cepat, dia telah salah memilih klub, benar-benar salah. Semua terlihat sibuk, Vania mengetikkan pesan broadcast untuk menyiagakan seluruh anggota Lionhead dan siapa pun yang mau ikut menghadang serangan. Sissy, mengeluarkan kotak P3K dan menumpahkan isinya ke dalam ransel. Edi dan Ari memilih senjata sementara Hardy membantu memasukkannya ke dalam ransel. “Heh! Anak baru! Bantuin Sissy!” perintah Leo membuat Milka hampir terlonjak.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as sketsa minions
Read
+Library
Aku Mau Kamu di Kamarku

Aku Mau Kamu di Kamarku

Bagaimana Lisa tidak bersyukur, semudah itu Salina akan membeli tiket bioskop hanya karena tebakan dia tidak suka minions. “Bukan begitu Salina adik aku yang cantik, kita lagi bayangin aja filmnya gimana,” ucap Aluna dengan penuh meyakinkan. “Iyakan? Filmnya serukan?” semangat Salina langsung membahas film. Kembali duduk dan langsung bersemangat. “Aku suka minion loh kak, bahkan si kuning banana itu kartun kesukaan aku.” “Fix! Kesukaan kita sama!” pekik Salina senang.
1021.6K viewsCompletedAdded to Library 497 Times as sketsa minions
Read
+Library
Sketsa

Sketsa

Gavin meraih buku sketsa Naya, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sembari mengamati lekuk wajah Gerald. "Hei, kembalikan!!" Laki-laki itu semakin mengulurkan tangannya ke atas untuk mencegah Naya merebut kembali buku sketsanya. Di lihat dari manapun sketsa ini memang mirip dengan dirinya. Hanya warna mata nya saja yang beda. "Jangan bilang selama ini kau suka padaku? Aku tidak menyangka ini.." Gavin menatap horor wajah Gerald yang ada pada buku sketsa gadis itu.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as sketsa minions
Read
+Library
MINE

MINE

tanya Adam menatap ruangan gelap itu resah. "Kita cek kalau gitu." Davin mulai menggulung lengan kemejanya dan masuk ke dalam lubang dengan bermodalkan cahaya dari ponselnya. Adam mengumpat dan ikut masuk, "Sial! Aku benci debu!" "Aku tetep di sini, kalian tau kalau aku benci gelap," gumam Kevin pelan. "Ini aku nemu kunci di laci, siapa tau penting." Kevin memberikan kunci itu pada Adam.
1034.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as sketsa minions
Read
+Library
Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita

Lagipula, sulit untuk membayangkan rupa seseorang hanya dengan menyebutkan ciri-ciri yang terdengar umum. Setelah banyak berpikir, akhirnya Tuan Kedua Wu kembali ke rumah sewanya dan membuat sketsa di atas kertas berdasarkan ingatannya. Saat ia memperlihatkan sketsa itu pada Cha Min, pemuda itu hanya melihat sekilas pada kertas di atas meja dengan alis terangkat, lalu menunjuk, “Ini…sebenarnya apa?” “Sketsa wajah utusan yang terbunuh,” jawab sang majikan.
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 441 Times as sketsa minions
Read
+Library
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

"Sneak peek untuk pameran 'Jejak yang Tertinggal'. Karya terbaru dari Aksara Sendja Nirmala: 'Sketsa Hujan dan Jejak Kehilangan'. Elang menatap detail sketsa itu. Sebuah kursi kosong di bandara dengan latar hujan abu-abu di baliknya. Elang merasa dadanya sakit. Goresan tangan Aksara tampak seperti visualisasi atas luka dan kehilangan yang nyata. Ia merasa bersalah karena membiarkan jarak membentanf luas di antara perasaan mereka. Elang kembali bimbang.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as sketsa minions
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status