Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Camelia

Camelia

"Selamat pagi Pak Arya, Saya Camelia Wiryaatmaja yang kemarin Bapak telepon untuk janji interview." Lia menjabat tangan Pak Arya yang ternyata masih sangat muda, mungkin seumuran dengannya. Berwajah manly dan bertubuh kekar. Matanya nampak ramah dan bibirnya memiliki garis senyum. Type bibir seperti ini walau sedang diam pun akan nampak seperti sedang tersenyum.
1031.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as smile flowers
Read
+Library
Lily of the Valley

Lily of the Valley

"Ibu, apa warna bunga nona Flos?" "Hmm? A? S? SS? Aku tidak tahu." Kening sang nyonya berkerut, "ibu tidak tahu?" "Ya, aku tidak tahu." Kembali pada gambar-gambar Quinn di hologram, tidak ada satupun gambar yang memperlihatkan bunga dipelipisnya. Seorang wanita sangat bangga dengan Flower di pelipis mereka, style sekalipun, tidak akan ada yang mau menutupi Flower yang melambangkan identitas semua orang sebagai penduduk Soul Planet. Itu adalah jiwa mereka. "Aku akan menyuruh seseorang untuk mencari tahu." Tuturnya.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as smile flowers
Read
+Library
Bunga Biru

Bunga Biru

“Alira.” “Iya?” “Tidak semua hal perlu dibicarakan terlalu jauh.” Alira mendesah kecil, meski sudut bibirnya sempat terangkat. “Baiklah. Aku hanya mengatakan apa yang kulihat.” Ia kembali bekerja, merapikan bunga-bunga yang baru datang dari pasar pagi. Ada krisan kuning, beberapa daisy liar, dan tangkai lavender yang masih membawa aroma lembut dari bukit.
10664 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as smile flowers
Read
+Library
White Rose Petal

White Rose Petal

Tetapi tetap saja, semua ekspresi laki – laki itu tidak bisa menyembunyikan raut mukanya malam ini, tulang pipi laki – laki itu memerah, bukan hal biasa yang keluar saat laki – laki itu sedang kesal, seperti suatu hal yang erat dengan hal salah tingkah. Charisa masih diam, gadis itu belum tahu harus mengucapkan kalimat seperti apa. Dua bola matanya yang mungil dan bulat itu menelusuri barang – barang yang dibawa oleh pria itu. Laki – laki itu membawa sebuah boneka kelinci lucu yang cukup besar, membawa beberapa kumpulan balon bewarna pink, ungu dan putih yang sudah ditiup dan mengembang ke atas langit malam hitam yang cerah. Pria dingin itu juga membawa sebuket bunga mawar putih besar yang s
1030.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as smile flowers
Show Reviews (51)
Read
+Library
amandaayla
Huaaaaa aku terharu, bisa baca dan nungguin cerita ini sampai tamat😭 Terima kasih kepada kak Ailana Misha untuk karya kerennya ini. Love this book, such an emotional, lovely story :( Happy ever after Charisa, Skandar and the baby❤️ Aku tunggu cerita kakak yang lain yah💜
Anna Riana
Aku pasti kangen cerita inii.... Makasi banyak kak Ailana udah nulis cerita White Rose Petal ini. Ceritanya indah, nyentuh, tiap babnya aku ikut emosional. Hatiku kayak di aduk aduk tiap baca perbabnya. Suka suka sama ceritanya <3
Read All Reviews
Idola Ranjang

Idola Ranjang

kata Flower dengan santai. "Pfftt, Hahaha ...” Mereka kembali tertawa terbahak, dan Alex semakin terbengong dibuatnya. Ternyata, Flower adalah tipe wanita riang dan menyenangkan, sehingga secara tak sadar juga membuat sudut bibirnya sedikit terangkat. Ah, dia jalang yang berani pergi darimu Alex, ingat itu. Pemikiran itu, kembali membuat Alex memasang tampang dingin menakutkannya.
1029.7K viewsCompletedAdded to Library 743 Times as smile flowers
Read
+Library
FLOWIE

FLOWIE

tanya Luke saat mereka sudah tiba di dalam toko. “Kami punya Lily, Orchid, Lavender, Daisy, Hydrangea, Carnation, Tulip, Baby’s breath, Peony-” jelas Flowie cepat. Terlalu cepat hingga Luke memotongnya, “Berikan aku dua buket mawar mewah,” ppotong Luke sambil berjalan santai dengan memasukan salah satu tangannya ke dalam saku celananya. “Kalau dari awal kau memang ingin mawar merah, kenapa repot-repot bertanya mengenai bunga lain?” tanya Flowie mendengus sebal.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as smile flowers
Read
+Library
ROSES

ROSES

Bibi Chitta yang baru datang dari pasar langsung terkejut melihat kedatangan suaminya, tapi sebelum itu beliau menatap ku sembari tersenyum. --- Aku senang melihat tumbuhan di dalam hutan tumbuh dengan baik, banyak pohon yang berbuah dan tumbuhan obat juga tumbuh dengan cepat. Sepertinya satu keranjang saja tidak cukup untuk mengambil semua persediaan ini.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as smile flowers
Read
+Library
Broken Flower

Broken Flower

Alexa mengangguk setelah mendapatkan informasi dan melanjutkan langkahnya. Di tengah ruangan yang terbuka, sinar matahari memeluk taman indah yang dipenuhi dengan tanaman hias yang berbunga warna-warni. Aneka bunga melambai lembut oleh angin sepoi-sepoi, dan aroma segar mengisi udara. Sebuah meja kayu bulat dihiasi kain putih dengan cangkir-cangkir teh serta beberapa camilan diletakkan di bawah pohon besar dan rindang.
1011.4K viewsOngoingAdded to Library 330 Times as smile flowers
Read
+Library
Last Flower

Last Flower

Itu sama seperti saat Eka selalu bercerita tentang Bayu pada Rina. Bayu terpaksa menggali lubang kecil, mengubur setangkai bunga yang pernah ia petik tapi. Sebab bunga itu tak lagi menghembuskan wanginya pada Bayu, meskipun masih segar tapi yang tersisa hanya setangkai bangkai bunga. Biasanya, melihat orang yang kita sayangi bahagia meskipun bersama oleng lain dapat menjadi kebahagiaan bagi diri sendiri, bukankan tujuan kita adalah membahagiakan orang tersayang.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as smile flowers
Read
+Library
Alstroemeria

Alstroemeria

Seolah baru menyadari siapa aku sebenarnya… Alstroemeria. Aku terbang perlahan ke atas langit dan menyebarkan serbuk emas. “Alstroemeria hanyalah bayang-bayang seorang wanita. Kalian hanya pernah melihat siluet hitam yang beraroma bunga lily hitam.” Mereka langsung pingsan seketika "Kita berpisah disini, Zhang Li. Sampai jumpa."
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 395 Times as smile flowers
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status