Perawan Untuk Om Duda
Kini, ia sadar telah mengecewakan.
"Makasih ya, Pak. Pulangnya nanti gampang, aku telepon aja."
Selma melengang ke dalam toko sambil menyuguhkan senyum singkat membalas sapaan beberapa orang yang berlalu. Kondisi florist cukup ramai, mengingat ini hari Minggu. Cuaca cerah memang cocok untuk menghabiskan waktu berjalan-jalan ditemani rangkaian bunga yang indah. Membayangkan hidup senormal itu, rasanya sedikit melegakan penat di kepala gadis yang sudah berkutat memakai apron peach dan menggulung rambutnya dengan asal. Ia segera ikut menangani pembeli yang didomonasi pasangan itu. Matanya sesekali menatap ke arah pintu masuk, seperti menanti seseorang.