Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fake

Fake

bisik Shena tajam, dia menyunggingkan smirk. Cup! Shena menyatukan bibir mereka, menghisap dengan kuat tidak memperdulikan Laura yang sudah memukul badannya beberapa kali. Dia tetap melanjutkan, setelah puas barulah Shena melepaskan tautan mereka, matanya menelusuri kembali wajah Laura. Lalu perhatiannya sepenuhnya terfokus pada tahi lalat yang tercetak di sana, conclear yang selalu menutupi tanda itu kini terhapus sebagian akibat ulah Shena. Tangannya menyentuh tahi lalat itu dengan lembut.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as smooth
Read
+Library
Greedy

Greedy

Suaranya tidak jelas karena disumpal sapu tangan. Alex dan Sella masuk ke dalam mobil dan pergi dari parkiran yang berada di dalam Mall tersebut. "Dasar jalang dan pria gila!" umpat Joy sambil mendelik. Suaranya juga tidak bisa terdengar jelas sama seperti Naina. Sella menatap mereka berdua yang mencoba untuk membebaskan diri. "Tenanglah, kita tidak akan mencelakai kalian. Kita hanya ingin bermain-main bukankah gitu Alex?" Sella menatap Alex dan dibalas sebuah senyuman.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as smooth
Read
+Library
MATE

MATE

Wajahnya mulai terlihat rileks setelah senyum mengembang di wajahnya. “Maaf, aku tidak menyadari kehadiranmu,” ucap Dave dengan wajah bersalah. Aku tersenyum, meletakkan tangan kananku diwajahnya. Aku menggeleng pelan, mengisyaratkan bahwa itu bukanlah masalah besar. Kuusap wajahnya yang terasa kasar, mengikuti garis rahangnya yang tampak kokoh. Dagunya sudah ditumbuhi bulu-bulu janggut, membuat Dave terlihat lebih tua dan tidak terawat.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 313 Times as smooth
Read
+Library
Shadow

Shadow

sungut Luisha kesal. "Apa salah dan dosaku, Sayang--" Ucapan lelaki itu berhenti ketika melihat siomay utuh dipiring Mauryn. "Siomaynya buat aku boleh gak, Ryn?" tanya orang itu sambil menunjukkan puppy eyesnya. Mauryn si baik hati mengangguk senyum. Dengan cepat Bastian menarik piring yang didepan Mauryn ke hadapannya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as smooth
Read
+Library
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Sweet Revenge Dalam keheningan mereka terdiam dengan pikiran masing-masing. Di sebuah danau yang sangat indah dipandang, dengan cahaya matahari pagi yang memantul dengan indahnya menimbulkan warna pelangi. Sebuah mobil X-Pander terparkir di tepi danau. Stela hanya terdiam duduk di sebelah laki-laki yang berpakaian jas hitam dan celana dasar. Memandang layar pipih ditangannya, Dafin berdecak lalu mengusap kasar wajahnya.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as smooth
Read
+Library
Me

Me

pinta Lea, Lea mengangjat bongkahan batu yang menjepit boneka tersebut, dia dibantu Nana. Fuuuh “ Pisau!” jerit Nana kembali. Persis tepat disamping boneka yang tertindih itu, ada sebuah pisau yang terlihat masih tajam matanya. Dan darah yang menempel telah menjadi karat yang membekas. Tubuh boneka itu juga dicabik dengan cabikan pisau membentuk sebuah kata. Boneka itu berukuran sekitar lima puluh sentimeter. “ LLEVAÑA”
2.8K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as smooth
Read
+Library
Sweet Chaos

Sweet Chaos

lanjut Quin dengan nada lembut. Sena seperti tersihir oleh perkataan Quin. Gadis itu mendadak mengangguk dengan patuh. Ketika Quin mengacak-acak pelan rambutnya, Sena bahkan sedikit menaikkan sudut bibirnya. Detik berikutnya, lagu You Are My Sunshine mengalun lembut dari bibir Sena. You are my sunshine My only sunshine You make me happy When skies are grey You’ll never know dear
104.7K viewsOngoingAdded to Library 164 Times as smooth
Read
+Library
BOSSY

BOSSY

Ava tersenyum manis. Deon menatap lengannya yang sudah di perban. Ia menjauhkan diri dan diam tanpa suara. Ava bangkit dari duduknya, ia tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke wajah Deon. Deon terkejut, ia memundurkan wajah. "Lo-lo, mau ngapain?!" Ava memperbaiki letak kaca mata bulatnya. "Sa-saya mau obatin luka di sudut bibir Tuan." ucap Ava dan membersihkan darah yang menempel di sudut bibir Deon yang terluka.
107.2K viewsOn holdAdded to Library 158 Times as smooth
Read
+Library
Sweet Passion

Sweet Passion

Hatinya tidak tenang, mengingat fisik adiknya yang lemah, tak hanya berjalan, ia pun berlari hingga menabrak Rico, siswa pindahan. "Bisa nggak, sih, jalannya pelan-pelan?" ucap Rico lembut. "Minggir!" desis Mutiara mendorong bahu Rico. "Ya minimal kamu harus minta maaf lah!" seru Rico menahan tangan Mutiara. Mutiara menatap tangannya yang disentuh oleh Rico. Dengan tegas, ia pun mengatakan, "Maaf!" "Sekarang, lepaskan tangan gue!" seru Mutiara menepis tangan Rico.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 232 Times as smooth
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Nihil, kalo Joi bilang tidak ya tidak. Senyum Baskara terbentuk indah, sempat dipuji Joi dalam hati. Ya ... kalau tentang ketampanan sih Joi tak dapat menyangkal. "Ayo masuk!" Beda dari biasanya, Baskara tidak lagi menyeret Joi seperti yang lalu. Kini ia mengimbangi jalan cewek itu, sehingga terlihat alami. Padahal Joita sedang menahan umpatan sekarang, karena Baskara mengapitnya tepat di ketek. Tidak bau, harum malah. Sayang, Joi tidak menyukai aromanya, dapat ia tebak bahwa Baskara memakai aroma citrus. Ya, citrus, parfum yang kata orang segar karena beraroma jeruk. Tapi, lain lagi untuk Joi. "Selera parfum lo aneh!"
7.53.0K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as smooth
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status