Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PARALLEL

PARALLEL

Vladivostok, Mei 2025 Xabi mengamati benda kotak dan pipih di tangannya, Ia masih belum percaya benda ini adalah sebuah ponsel. Tidak ada tombol bahkan tempat baterai yang bisa dibongkar pasang. Belum lagi kameranya, satu di depan dan empat di belakang. Telepon genggam terakhir yang ia miliki adalah Blackberry paling tipis yang ia beli setelah memenangkan turnamen Dota 2.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as smooth
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

puji Yasa membuat Speranza menghentikan langkahnya. "Siapa yang lebih manis? Aku atau permen itu?" tanya Speranza membuat Yasa ikut menghentikan langkahnya. Yasa menatap Speranza yang saat ini tengah serius. Dia tersenyum saat ide jahil terlintas dipikirannya. Yasa berjalan mendekati Speranza. "Tentu saja lebih manis permen ini," jawab Yasa sambil memakan permen itu.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as smooth
Read
+Library
Dia

Dia

Argan hanya berdehem sebagai respon. "Ngomong gitu aja di singkat-singkat. Dikira jaman SMS kali ah," gerutu Lea. Mereka kembali diam. Menikmati rintikan hujan yang akhirnya perlahan mereda dan sekarang tinggal tersisa gerimis tipis. Lea yang melihat Argan mulai memakai helm dan menaiki motor besarnya akhirnya meraih semua kantung belanjaan dan berjalan mendekati laki-laki itu.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as smooth
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

Helena mengingatkan saat Felix mulai menyentuhkan ujung lidahnya pada salah satu puncak bukitnya yang telah menegang. “Nyeri?” Pertanyaan Felix langsung diangguki oleh Helena. “Sedikit lebih bengkak dari biasanya,” komentarnya setelah memerhatikan sekaligus meremas benda kenyal milik Helena tersebut. “Aku akan memberikan mereka pijatan yang lembut,” imbuhnya. ***
9.838.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as smooth
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

Dia bergerak secepat kilat ke hadapanku dan memeriksa lenganku. “Ya, ampun. Kamu kenapa ini, Adrian?” “Nggak apa-apa, Glad. Gue kemarin nyobain nge-gym. Karena baru pertama kalinya, jadi kayak gini, deh.” “Kamu udah kompres, belum?” “Udah, kok.”
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 364 Times as smooth
Read
+Library
Choice

Choice

Rasa pedas dan segar jahe memenuhi mulut. Intan masuk ke kamarnya. Dia mengambil pena dan menyobek secarik kertas di buku hariannya. Dia menuliskan ucapan terima kasih untuk Maya dan menggambar emoticon senyum. Diambilnya syal dan membungkusnya bersama dengan kertas ucapan terima kasih. Dia lanjut membuka laci meja dan mengeluarkan amplop coklat besar. Ditariknya kertas di dalam. Dia membaca sekali lagi surat kuasa yang dia buat untuk Reihan dan Tante Silva. Surat kuasa peralihan hak asuh Ardi bila sesuatu terjadi padanya di kemudian hari.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as smooth
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

sambungnya. Aku terdiam, mencerna kalimatnya sekaligus berpikir apa yang harus kuucapkan. Semua ini memang salahnya, tapi untuk anemia itu memang aku tidak mengatakan apapun soal itu. Beberapa saat terdiam, aku memutuskan untuk mengulas senyum, “tidak apa-apa. Aku sudah baik-baik saja.” ucapan lembut sebelumnya bukanlah mimpi. Aku pikir dia sama sekali tidak bisa berucap lembut, karena sejak awal dia selalu berucap tajam dan dingin. Sesuatu yang langka darinya. “Apa makanannya kurang? Mau tambah?” Septian bertanya setelah mangkuk di tanganku kosong.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as smooth
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

To me you are like the ocean, too broad and deep, so I am afraid to enter further. Dark and cold. . . Happy reading Hari-hari sekolah selalu membosankan seperti biasa. Belajar, bertengkar dengan Raga, mengobrol dengan Gita, kemudian belajar lagi, lalu pulang. Sebegitu membosankannya sampai Amora ingin cepat lulus dari sana. Masih ada satu tahun lagi sebelum ia berada di titik akhir masa SMA. Ya, Amora masih kelas sebelas dan beberapa minggu lagi, ia akan melaksanakan ujian kenaikan kelas. Amora merebahkan tubuhnya di tempat tidur king size berhiaskan kelambu berwarna gold. Asal kalian tahu, rebahan adalah hal terbaik dilakukan saat pulang sekolah. Cewek itu mengambil ponselnya lalu menekan a
109.2K viewsOngoingAdded to Library 247 Times as smooth
Read
+Library
DAISY

DAISY

Tapi, ia harus melakukannya karena sudah menjadi tugasnya untuk membantu. "Maaf, ya." Arthur mulai memijat bagian yang diberitahu Daisy. Perut bagian bawah gadis itu memang terasa mengeras dan kencang. Hampir lima menit dan akhirnya Daisy merasa perutnya jauh lebih baik. "Te—terima kasih, Arthur." Arthur tersenyum, mata hijaunya jadi sedikit menghilang karena senyum manis lelaki itu. Maklum saja, dia sipit. "Sudah enakkan?"
105.9K viewsOngoingAdded to Library 228 Times as smooth
Read
+Library
Rotate

Rotate

lanjutku. Six hanya ber ‘Oh’ panjang sambil menganggukkan wajahnya. “Tuh kan, kau mengalihkan pembicaraan terlalu jauh. Sekarang aku ingin kau menjawab dengan sungguh sungguh Six. Aku tahu pertanyaanku sedikit aneh melihatmu yang sekarang sudah kembali ke kondisimu yang normal seperti biasanya, tapi apa yang ku lihat semalam bukanlah suatu imajinasi belaka. Buktinya kini nyawa Four telah melayang. Semalam, kau menggigitnya hingga lehernya putus. Matamu yang tadinya coklat berubah menjadi merah darah dan lagi –“. Aku membuka paksa mulutnya, memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi. “Semalam, gigimu seruncing pisau, coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi”
3.0K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as smooth
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status