Istri Yang Kau Ceraikan
Tapi kini, melihat dia banyak berbicara, hatiku malah sakit dan bertambah kecewa.
"Maaf Mas, saya sibuk! Saya harus berangkat kerja! Jika sudah sehat, saya harap Mas segera meninggalkan rumah ini!"
Aku berlalu dari kamar. Kesempatan sudha pernah kuberikan baginya. Bukankah masa iddahku cukup lama, sebab diri ini dicerai saat sedang hamil. Kemana dirinya, bukan kata rujuk yang kuterima tetapi surat cerai.