Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Satu Atap

Terpaksa Satu Atap

Padahal ini hari pertamanya bekerja. "Desain sofa ini namanya Sofa Bed, seperti namanya sofa ini bisa diubah menjadi tempat tidur. Sofa jenis ini sekarang ini sedang populer namun masih belum banyak yang menggunakan. Desain sofa ini sangat cocok digunakan untuk rumah atau apartemen kecil yang mungkin punya kamar terbatas karena hemat ruangan." Yuana mulai menerangkan. "Jika ada keluarga atau teman yang menginap, sofa ini bisa jadi solusinya sebagai pengganti tempat tidur dengan bantalan yang dibuat senyaman mungkin." Lanjutnya.
10626 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
Di Balik Skandal Suami

Di Balik Skandal Suami

Hukh. Hening. Dona sudah tertidur seperti biasa. Dan seperti biasa pula, aku masih menunggu dan berbaring di sofa. Tepatnya ini adalah sofa baru. Kalau kemarin di rumah ini masih ada kursi minimalis yang tempat duduknya sudah hampir jebol, kini kursi itu telah kami simpan di gudang dan di ganti dengan sofa. Uangnya di kasih langsung oleh mas Dani.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
Suami Serabutan Ternyata Anak Sultan

Suami Serabutan Ternyata Anak Sultan

Anggita berbicara sendiri sambil memakan kue. "Lagian, aku kok heran sekali dengan Mbak Gina. Kenapa tidak punya firasat atau curiga gitu sama suaminya. Terlebih lagi, suaminya yang selalu pulang lewat waktu dengan alasan lembur." ucap Anggita lagi. 'Dari pada memikirkan itu, lebih baik ke dapur untuk menyiapkan makan siang.' gumam Anggita. ________ "Harga sofa yang paling rendah, enam juta, Mas." ucap Gina, yang keluar dari dalam toko perabot menghampiri Fadli, yang duduk sambil bermain ponsel diatas motor.
1017.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 630 kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

Hanya saja Sophia memiliki tanggung jawab dengan kios miliknya, apalagi nanti ada beberapa pelanggan yang datang ke kios bunganya. "Jelas lah nyenyak, kasurnya empuk beda dengan kasur miliknya yang terbuat dari kapas. Selain bikin tidak nyaman, kasur kapas juga bikin sakit pinggang." cibir Mia. Ibu mertuanya. Sophia hanya menundukkan kepalanya pelan, di rumahnya tidak ada tempat tidur yang terbuat dari kapas. Meskipun miskin, Sophia masih bisa tidur di kasur spong. Meskipun tidak mahal atau tidak mewah, nyatanya juga bisa membuat Sophia bersahabat dengan tempat tidurnya. Sophia memang suka tidur, dia bisa tidur satu hari dan bangun esok pagi. Tapi perubahan itu mungkin berangsur-angsur akan
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
Om Duda! 2

Om Duda! 2

Berjalan dengan langkah cepat masuk ke dalam, ia dikejutkan dengan seorang lelaki dewasa yang berbaring di sofa ruang tengah. Kacau! Lelaki yang berbaring di sofa terlihat berantakan, pakaiannya kusut, kaos kaki hitam masih terpasang di telapak kaki, sepatunya tergeletak begitu saja di lantai. "Yaampun Pak Devan," lirih Disya dengan raut sedih, duduk bersimpuh sembari menyentuh kening mantan suaminya. Mata lelaki itu terpejam, tetapi terdengar suara rintihan tidak jelas dari bibirnya, keringat juga membasahi keningnya.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Dadakan Sang Pewaris

Pesona Istri Dadakan Sang Pewaris

"Sofa baru?" Kavia dan Javas saling pandang sesaat ketika melihat orang-orang suruhan Daniel mengangkut sebuah sofa yang masih terbungkus rapi dengan plastik. Orang-orang itu membawa sofa dengan kelir merah hati itu ke dalam rumah. "Pas kan diletakkan di ruang tamu kalian?" Daniel tersenyum bangga. "Ini papi impor langsung dari Italy loh. Masih satu produk sama sofa di rumah papi."
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 761 kali sebagai sofa depan kasur
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Falisha Irsan
author... itu si kavia kumaha deing?? kenapa gak bljr hidup lebih baik dan bljr dari yg SDH dialamin gitu. javas jg mana lagi.. gak laki bngt. gak mungkin dia gak tau kavia sesedih apa.walau Sdh ada kata akhir dr hubungan mrka. masak gak khawatir sedikit aja ke kavia.lanjut Thor..penasaran SEMANGAT!
lea indy
yg kangen om daniel, delotta, gyan, resta bisa baca ini meskipun resta berharap kbr resta di spill tipis tp sampai akhir gak ada ... tp gpp bagus ceritanya gak bnyk intrik yg gak penting. episodenya jg cukup. kavia itu kaya, cantik,bandel &beruntung. terimakasih author jd salah satu author favoritku
Baca Semua Ulasan
Because Our Wedding

Because Our Wedding

Setelahnya ia berjalan menuju ruang tamu di mana terdapat sofa berwarna hitam yang terlihat begitu empuk. Sakya berjalan dan duduk di sofa tersebut. Kembali senyumnya mengembang saat merasakan sofa yang ia duduki begitu lembut dan nyaman. Ia melompatkan tubuhnya dengan pelan naik turun merasakan sofa yang begitu lembut. "Memang enak jadi orang kaya. Semuanya serba mewah. Bahkan sofa ini saja sangat empuk. Jauh lebih empuk dari kasurku di kampung,” gumamnya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
AKU TANPAMU

AKU TANPAMU

“Oiya, tadi ada yang antar sofa, Mas. Katanya pesanan Mas Fahry.” “Oh, udah diantar? Iya, Mas yang pesan. Sekarang di mana sofanya?” “Di ruang tengah, Mas. Memangnya sofanya untuk di mana?” “Di kamar kita, Dek. Ya udah nanti biar Mas yang masukin sofanya ke dalam kamar.” Aku memang sengaja memesan sofa agar aku bisa tidur di sana dan tak lagi memakai kamar Khanza yang membuat ibu menegurku tadi pagi.
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 669 kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
Sebatas Istri Palsu

Sebatas Istri Palsu

Ini sofa yang diinginkannya. “Kamu mau ini?” tanya Finn pada sang istri. Dengan cepat Myesha mengangguk. Finn pun segera memanggil pihak toko. Memesan satu set sofa yang dipilih sang istri. Pihak toko pun mencatat apa pesanan Finn. Mengikuti Finn dan Myesha yang sibuk mencari furniture. Myesha memilih beberapa lemari kecil, lemari besar, hingga akhirnya memilih kasur yang pas untuk di kamar mereka.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 462 kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
Sentuhan Berbahaya Tuan Muda

Sentuhan Berbahaya Tuan Muda

tanya Galtero, tanpa melepas jemari mereka. Sofia mengedarkan pandangannya. Di sini tidak ada kasur. Hanya ada rak buku, teleskop, kursi malas, dan karpet. Namun dia ingin keras kepala, menguji pria itu apakah mampu memenuhi keinginannya. “Ya, di sini saja.” “Aku akan minta pelayan bawa kasur tambahan ke sini.” Galtero membelai rambut Sofia. “Tunggu sebentar.”
1063.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai sofa depan kasur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status