KINASIH
Aryo dan kedua wanita di ruang tunggu bersiap masuk, namun Asih menghentikan langkah saat ponselnya bergetar.
"Duluan saja, aku ada perlu sebentar," bisik Asih pada Aryo juga wanita di sampingnya.
Asih menyingkir, menerima panggilan dengan wajah cemas. Nama Sumi tertera di layar, dan saat tombol hijau digeser, wajah sembab dengan air mata mengalir menyapa penglihatan Asih.
"Bi, kenapa? Ada apa?"
Namun, untuk beberapa saat, tak ada jawaban didapat. Sumi masih terus terisak, sementara di belakangnya terdapat barisan pria berpakaian hitam yang membentuk pagar hidup di depan pintu.
Hot Chapters