Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku
"Hadapi. Kamu, lho yang memilih bertahan. Jadi ... apa pun yang akan terjadi di depan, kita harus nikmati, jalani, dan hadapi. Apa pun itu. Ini komitmen, bukan sekedar statements."
"Oke. Siapa takut? Jadi, kita sekarang apa? Benar-benar suami istri?"
Aku meneguk ludah dengan kasar. Pertanyaan Soni menjebak. Kami memang suami istri, tapi hatiku, belum sepenuhnya jadi istri.
"Kita ... teman. Statusmu sudah berubah, dari adik, ke teman. Jadilah teman yang baik untukku yang bisa diajak bicara dalam segala hal. Keuangan, pekerjaan, dan masa depan."