Gairah Di Balik Dendam
Tenggorokannya terasa kering, seakan tertutup duri, sehingga setiap kali ia mencoba menelan, rasa perih menyergap tanpa ampun.
Ia tahu, ia harus berkata sesuatu. Harus berbuat sesuatu. Namun kata-kata itu terasa berat untuk diucapkan, seolah ada tangan tak kasat mata yang mencekik kerongkongannya.
Tiba-tiba, suara Rena kembali memecah keheningan, nada bicaranya begitu santai namun penuh jebakan: