Desahan di Kamar Pembantu
"Ini bukan malu biasa, Mas. Ini malu level dewa."
Tawa Bara pecah, renyah dan hangat. "Oke, dewi malu. Sarapan mau di kasur atau di ruang makan? Ada pancake, telur mata sapi, dan alpukat. Atau mau yang lain, Sayang?"
"Mau di kasur aja. Aku nggak bisa jalan," ucap Indira pelan, suaranya teredam bantal.
"Makanya," Bara mendekat, mengecup puncak kepala Indira. "Istri minta yang keras, dapetnya yang keras. Sekarang terima akibatnya, ya, Sayang?"