Angin di Antara Kita
Angin berhembus, membawa aroma rumput basah yang baru disiram.
Nayla duduk di bangku panjang, menunduk, jari-jarinya saling meremas. Sesekali ia menoleh ke arah pintu masuk taman, menanti sosok yang tak kunjung muncul.
Dan akhirnya, langkah itu datang. Elhan. Dengan kemeja biru muda, wajah lelah, dan mata yang penuh bayangan.
Mereka saling menatap sejenak. Tidak ada sapaan, tidak ada senyum. Hanya diam, seolah angin ikut menahan napasnya.
ตอนยอดนิยม