Angin membawa kenangan cinta 12 tahun
Sunyi senyap seperti maut di pintu masuk.
Pintu belum tertutup rapat, dua sahabat Lukas yang mengantarnya pulang hanya bisa berdiri kaku sebelum akhirnya mencoba mencairkan suasana.
“Kak Sasa, hari ini Lukas demam tinggi sampai linglung, dia tidak sengaja berteriak kepadamu.”
“Dan juga, Kakak setiap hari menyemprotkan desinfektan dan memperlakukan Lukas seperti itu, siapa yang tahan? Jadi jangan dipermasalahkan lagi.”