Cinta Yang Salah
Ia menangis sejadi-jadinya hingga suaranya begitu serak.
"Kak, aku minta maaf, ayo bangun, Kak!" pintaku membungkukkan badan seraya memegang kedua bahunya, "Semua memang salahku Kak, aku bodoh! aku perempuan jahat! andaikan saja dulu aku bisa mengendalikan diri, mungkin semua ini tak akan pernah terjadi, keluarga kita takkan hancur berantakan seperti ini, Kak ...," ucapku, kupeluk tubuh kak Novi erat. Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat.