Suamiku Jadul
Suami gak peka, gak ngerti perasaan istri," kataku seraya membalikkan badan.
"Aku juga manusia, Bang, sedikit pamer itu sudah kodrat manusia, ini tahun dua ribuan, bukan delapan puluhan," omelku lagi.
Saudara yang menghinaku, suami yang kumarahi.
"Udah, Dek, kita beli rumah dan mobil, telepon Bank, kita cairkan uang kita, bila kurang kita jual sapi," kata suami.
Ternyata ini kelemahan suami, dia tak terima bila istrinya yang dihina. Ah, aku makin cinta pada lelaki jadul ini.
Bab Populer