SUAMI YANG SEMPURNA
"Kamu tinggal jawab aja pertanyaanku, nggak usah mengalihkan pembicaraan."
"Siapa yang mengalihkan pembicaraan?" Kevin mulai bangkit berdiri. Kini tubuhnya tepat berada di hadapanku. "Sekali saja, bisa nggak kamu bicara dengan lembut? Tanya suami baik-baik, pijitin badannya, bikinin minuman atau makanan. Bukan diserang habis-habisan kayak gini. Suamimu ini baru pulang kerja, lho, habis capek-capeknya nyari duit. Buat siapa? Buat istriku tercinta," lanjutnya kemudian seraya mencubit hidungku genit.
Segera kuhapus bekas sentuhannya dengan bajuku. Siapa tahu tangan itu habis menyentuh wanita lain dan sudah ternodai.