Perjanjian Leluhur
"Main ayunan malam-malam, kurang kerjaan."
"Hi hi hi...! Hi hi hi...! Hi hi hi...!"
Sosok berwarna putih tertawa tak putus-putus, membuat bergidik siapa saja yang mendengar. Suara nyanyian, canda tawa, dan anak-anak bermain sepi. Barangkali kabur ketakutan.
"Berisik!" bentak Cakra. "Ketawamu bikin geli kupingku!"
Pada ayunan terakhir sosok itu menghilang di balik dahan rimbun, lalu terdengar suaranya, "Kau sungguh berani, anak muda!"