Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RUNAWAY FIANCEE

RUNAWAY FIANCEE

Terdengar suara tawa sumbang dari speaker ponsel yang Tom pegang. “Oke. Oke. Selamat mencari Tom. Biar kuingatkan lagi tentang kepu-.” Klik. Sambungan telepon diputus secara sepihak oleh Tom. Lelaki tampan itu nampak gusar sekali. *** Di sudut lain kota itu, dua orang pria sedang bicara serius di sebuah rumah nan mewah. “Bagaimana situasi sekarang?” Seorang pria tua yang sedang duduk di kursi roda bertanya pada seorang lelaki yang berdiri sambil menunduk dengan takzim di sampingnya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Menikahi Kakakku yang Koma

Menikahi Kakakku yang Koma

Tidak ada nada kasar. Tidak ada sindiran terbuka. Semua dikemas rapi. Pria itu tersenyum. “Kami menunggu kabar Anda.” Ia menoleh pada Tama. “Semua ini demi stabilitas.” Tama tidak tersenyum. “Stabilitas tidak dibangun dari makan malam,” katanya pelan. Beberapa detik berlalu. “Kami tidak akan menahan Anda lebih lama,” ujar pria itu akhirnya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

Suara isak tangis Sandra bercampur dengan suara celotehan bayi Vanya, sementara Adriano terduduk lemas di sisi tempat tidur Tabitha. ---------------------------------------------- Dua orang pria duduk saling berhadap-hadapan. Tetapi, masing-masing sibuk dengan ponselnya sendiri. Yang satu sibuk membaca berita teraktual, yang satunya lagi sibuk menelepon seseorang. Ketika panggilan teleponnya tidak kunjung dijawab, pria itu langsung membatalkan panggilannya dan menghela nafasnya. Wajahnya kelihatan muram dan kecewa.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
MEET AISHA IN 1998

MEET AISHA IN 1998

“Regaaa … astagfirullahaladzim!” Intonasi suara wanita setengah baya itu terdengar gemas, kesal, bercampur lelah. Ada senyum simpul ditunjukkan pemuda yang sedang memasang tali sepatunya di teras. Dia langsung menolehkan kepala ke samping, masih dengan senyumnya. “Kenapa, Bu?” tanya pemuda itu santai.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Kurir Pemilik Sistem

Kurir Pemilik Sistem

Wandi menelan ludah dengan susah payah. Tenggorokannya terasa kering meski baru minum. Angka biru di atas kepala pria paruh baya itu menyala terang, jauh lebih besar daripada angka hijau yang dilihatnya tadi. Delapan juta empat ratus lima puluh satu ribu dua ratus tiga puluh. Angka itu berkedip pelan, stabil, seolah memiliki ritme sendiri.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Istri yang Kujual Ternyata Anak Konglomerat

Istri yang Kujual Ternyata Anak Konglomerat

Keluhan pelan meluncur, dari bibir berkumis tipis pria tiga puluh empat tahun tersebut. Widura tak langsung menanggapi. Dia melihat arloji di pergelangan kirinya. “Saya rasa, hasilnya pasti akan keluar sebentar lagi,” ucap pria paruh baya itu, berusaha terlihat tenang. “Apa tidak sebaiknya Anda mengisi perut terlebih dulu? Anda pasti belum sarapan, kan?” Pramoedya menggeleng pelan. “Saya tidak lapar, Pak.”
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

"Apa kau punya mode suara yang lain? Kau tahu, suara gadis yang lembut, atau tante-tante yang menggoda, begitu." “"..."” "Hmm?" “"Maafkan saya, Tuan O."” "Aaaargh!" O kini menjerit. Ia frustasi. Fantasinya hancur. Ia sempat membayangkan suara seorang narator perempuan yang lembut dan centil yang memanggil namanya dengan nada imut; atau suara perempuan dewasa yang tegas dan penuh karisma. Akan tetapi, yang didengarnya barusan adalah suara laki-laki yang amat berat, sangat jantan, dan macho. O jadi membayangkan seorang pemain gulat profesional penuh otot memanggilnya dengan nada centil dan otot dada yang berkedut-kedut bergantian.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Menjadi Simpanan Ayah Mertua

Menjadi Simpanan Ayah Mertua

Beberapa berdansa bersama pasangannya, satu wanita berjoget mengikuti irama lagu berada di tengah lima pria. Seorang pria duduk mengawasi dari kursi salah satu meja di dalam ruangan, tangan kanannya memegang segelas anggur, sorot matanya setajam pisau, dia menatap Suxuan yang kini dikerubungi banyak pria seperti sedang mengupas kulit buah. Salah satu teman Suxuan kebetulan melihat pria paruh baya itu dan bertanya padanya. "Suxuan, kamu kenal dengannya?"
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Ditinggal Menikah Saat Sekarat, Aku Menikahi Dokter Tampan

Ditinggal Menikah Saat Sekarat, Aku Menikahi Dokter Tampan

gumam Ashton, suara pria itu terdengar serak dan rendah. “Mmm?” “Aku ingin mengkonfirmasi lagi. Tapi kali ini, caranya berbeda. Kau keberatan?”
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Takdir sang Nona Pewaris

Takdir sang Nona Pewaris

tanyanya marah, tapi suaranya tetap terkontrol karena keberadaan mereka juga tidak boleh diketahui oleh orang lain. Pria itu tidak banyak bicara, ia justru dengan cepat meraih tengkuk Suran dan membuat posisi Mereka kembali begitu dekat. “Aku tidak peduli. Anggurku diberi obat perangsang, ini pasti obat dengan kualitas tinggi. Aku tidak bisa menahannya,” ucap pria itu, sesekali tersengal karena napasnya yang sulit untuk diatur. Mendengar suara pria itu, Suran pun mengerutkan alisnya. Suara itu benar-benar mirip dengan suara Greyson.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status