Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayangan Kelam

Bayangan Kelam

suara pria itu dalam dan tenang, namun ada sesuatu di balik nada suaranya yang membuat Anisa merinding. Anisa menoleh dan melihat pria itu lebih dekat. Wajahnya tampan, namun ada kelelahan yang terukir di sana, seolah-olah pria itu membawa beban yang sama beratnya dengan yang Anisa rasakan. “Aku hanya ... butuh udara segar,” jawabnya, mencoba menyembunyikan kegelisahannya.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
WHEN TEARS FALL INTO RAIN

WHEN TEARS FALL INTO RAIN

“Tinggi badannya? Apa kamu mengingatnya? Bagaimana dengan suaranya??” “Orang itu cukup tinggi, mungkin tingginya sekitar 180cm. Bentuk tubuhnya benar – benar idela, tidak kurus dan juga tidak gemuk. Balutan jas yang dikenakannya benar – benar memperlihatkan bahwa pria itu adalah pria dengan bentuk tubuh yang sempurna. Untuk suaranya, suaranya sedikit berat untuk pria berusia 30 tahunan.”
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MILIK MORETTI

PEREMPUAN MILIK MORETTI

Bukan angka berikutnya. Siapa yang tidak bergerak. Di sisi kanan, pria yang tadi menyentuh dagunya melangkah setengah langkah. Tidak mendekat sepenuhnya. "Enam puluh." Nada lebih tenang. Lebih pasti. Lingkaran mulai terbentuk. Udara mengencang. Permainan dimulai. Tidak semua masuk. Di baris tengah, satu pria tetap diam.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Surat Dari Venus

Surat Dari Venus

PLAK!!! Sebuah suara tamparan menggema, dari tangan pria berumur empat puluh tujuh tahun, dengan tongkat di tangannya. Tubuhnya bergetar akibat amarah yang bergejolak dalam dirinya. Tatapannya penuh kekecawaan, atas seorang pemuda yang ada di hadapannya itu.
9.95.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

** Di lantai tiga arena, di sebuah ruangan yang lebih tenang dari semua hiruk pikuk di bawah, seorang pria dan seorang wanita duduk di sofa menghadap jendela kaca yang menghadap ke ring. Pria itu sekitar lima puluh tahun. Jas formal tradisional, ekspresinya datar dan tidak banyak berubah dari sejak ia duduk. Pelipisnya menonjol dengan cara yang hanya dimiliki oleh seseorang yang sudah melatih tubuhnya dalam waktu yang sangat lama, dan setiap napas yang ia ambil menunjukkan ritme yang terlalu teratur untuk kebetulan. Di sampingnya duduk seorang wanita yang sangat berbeda dalam penampilannya.
1069.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai suara sedang pria
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nickie
izin promosi bisa dibaca novel baru judulnya kesempatan kedua pangeran oleh penulis nickie...yang suka membalikkan keadaan, balas dendam, penyelamatan keluarga dan cinta, pewaris kaya, dan misteri ada romance bisa dicoba baca buku ini.... bisa kasih saran untuk perbaikan ke depannya..terima kasih
Baca Semua Ulasan
Ratu Bumi : Kebangkitan Sang Raja

Ratu Bumi : Kebangkitan Sang Raja

protes si pria muda modis tanpa menoleh pada pemuda ketiga yang berada di belakang dirinya dan mengingatkannya tadi. Pria muda pemilik nama Guntur itu mengangguk-angguk pasrah. Raut wajahnya yang cukup oval dengan hiasan kumis tipis, tampak datar. Ia pun pemuda yang menarik dengan aura tenangnya. “Ah lu kebanyakan pidato, Yad!” Terdengar keluhan pria muda lainnya dengan nada bosan. Kalimat itu berasal dari pria muda keempat yang terlihat paling muda dan memiliki paras paling tampan dan mencolok dari empat pria muda yang ada di sana.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Budak Kesayangan Pangeran Buta

Budak Kesayangan Pangeran Buta

Gerakan itu membuat pria-pria itu semakin tertarik. “Lihat itu,” kata salah satu dari mereka sambil menyeringai. “Dia pemalu.” Pria lain mengangkat cawan anggur. “Semakin pemalu, semakin menarik.” Ming Zhu mengepalkan tangannya di bawah meja.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Pesona Pria Plus-plus

Pesona Pria Plus-plus

Beberapa jam kemudian, masih di rumah sakit. Saat ini ada empat pria yang duduk bersama di sofa, di ruang rawat inap Vanila. "Jadi pelakunya cowok sama cewek?" tanya Marco yang duduk di sofa bersama Sandi dan Firman. Ketiganya baru kembali beberapa saat yang lalu dari kantin. "Iya, Bang," jawab Bagas sembari meregangkan otot-otot tangannya yang lumayan terasa kaku karena terlalu lama memangku kepala Vanila.
1022.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Ada beberapa lelaki dan wanita lanjut usia sedang duduk di belakang sebuah meja panjang yang berada di kiri dan kanan panggung. Ada seorang lelaki dan wanita paruh baya di tengah tengah panggung. Mereka berdiri di samping sesuatu yang ditutupi kain hitam. "Yak.. sekarang kita mulai saja.. ujian pemilihan peserta kejuaraan medium muda.. Saya Sandi Nainggolan yang akan memandu ujian.." Ucap lelaki yang berada di tengah panggung.
10805 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

Dia kemudian menekan tombol volume berkali-kali, menaikkan suara perangkat itu hingga batas maksimal agar setiap kata terdengar jelas di seluruh ruangan. Suara Amara di dalam rekaman itu terdengar sangat marah dan menekan. “Mbak, dengar saya baik-baik. Saya ini istri sahnya. Suami saya ciri-cirinya tinggi sedang, kulitnya sawo matang tapi agak pucat. Rambutnya belah pinggir klimis dan pakai kemeja putih yang lengan bajunya digulung sampai siku. Dan satu lagi, perutnya agak buncit.” Ruang tamu itu hening, hanya suara dari ponsel Amara yang mendominasi udara.
10106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai suara sedang pria
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status