Diabaikan Berujung Penyesalan
Namun, dia hanya memandangku dengan jijik.
"Kamu pikir aku menginginkan Vincent? Astaga, Isabel, aku harus akui. Kadang aku nyaris mengagumimu. Usaha yang kamu lakukan, akting polosmu yang begitu sempurna, nyaris membuatku iba."
Aku salah menilai Rosa. Kukira dia hanya menginginkan Vincent dan dia akan membantuku pergi. Namun, aku salah. Dia bukan mengincar Vincent, dia mengincar kendali. Bagi Rosa, kami hanyalah tontonan, sebuah pertunjukan yang bisa dia putar sesuka hati demi hiburannya.