Suami Perkasa
Kepalanya menoleh keras, tubuhnya hampir jatuh, tapi Sukma menarik kerah bajunya dengan tangan dingin.
"Aku sabar terlalu lama," desis Sukma. "Kau pikir kau bisa curi hidupku dan tertawa dari kejauhan?"
"Aku tidak mencurinya!" teriak Luna.
"Kau merebut suamiku!"
Sukma berdiri di tengah ruang tamu yang hancur. Dingin. Angkuh. Matanya seperti pisau yang tidak lagi mencari luka—tapi ingin menciptakan luka baru.