Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

ERBLINIE: Warisan Dosa dan Pernikahan Palsu Sang Agen

Lalu membungkuk dan pergi, langkahnya nyaris tanpa suara. Adel memutar bola mata. “Bagus. Bahkan patung pun punya penjaga,” gumamnya. Ia melangkah ke ruangan berikutnya. Pintu ruang baca terbuka sedikit. Tidak terkunci. Ia masuk. Ruang baca itu bagaikan museum pribadi—rak-rak tersusun presisi, aroma kertas tua begitu kuat seakan ditakar. Adel menyusuri judul-judulnya… sampai ia berhenti pada satu buku:
101.3K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as the book is the desk
Read
+Library
Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku

Lelaki Yang Terpaksa Menikahiku

Saat itu pantry dalam keadaan kosong. "Istirahat dulu. Kalau mau minum tinggal ambil. Kalau mau ngopi atau teh juga tinggal bikin. Tapi jangan lupa dicatet. Itu bukunya." Mirza menunjuk sebuah buku lusuh di sudut meja. Andara mengangguk. "Oke, makasih ya, Mirza."
9.897.5K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as the book is the desk
Show Reviews (23)
Read
+Library
Naomi Sari
Ini slh satu novel yg saya baca di GN yg jln ceritanya cukup menegangkan&menarik. Alur&plot ceritanya oke. Mbak author bikin kita yg baca utk mikir bakal ke arah mana jln ceritanya dan apa isi pikiran si Ananta sebenarnya. Smg tdk dibuat mengecewakan utk endingnya ya mbak author. Love&credits to u!!
Aurora Aurora
dari sekian novel mu thoorr, asli yg ini beneran toxic...!!! beneran kecewa READERS...!!! percuma ngapain, dr awal sampai akhir Ananta ga ada berubah ga di kasih tuh azab si Ananta, sama semua cewe2 yg di ajak jalan, mkan, shopping, bahkan sampe tidur di ranjang malah ga ada rs bersalah sedikitpun.
Read All Reviews
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Di atas meja, terdapat sebuah benda yang membuat Aurelia membeku. Itu adalah sebuah buku. Buku dengan sampul yang sangat ia kenali. "Aurelia, kemarilah," panggil Xaverius. "Silas menemukan ini di tempat pria bernama Elias itu menghilang. Katakan padaku... kenapa namamu tertulis di halaman depan buku aneh ini?" Aurelia mendekat dengan langkah berat. Di sampul buku itu tertulis: THE VILLAINESS: KESEMPATAN KETIGA oleh ALYA.
1.3K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as the book is the desk
Read
+Library
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

"Pencuri tidak akan berani masuk ke paviliun ini, Nyonya. Dan pencuri biasanya tidak berdiri di depan meja tulis orang lain.” Menur tertawa kecil, suara tawanya terdengar genit. "Kamu selalu saja serius. Kenapa? Apa ada rahasia besar di dalam buku ini? Rahasia tentang gadis desa itu ... atau rahasia tentang Nyonya-Nyonya yang lain?" Baskara kini berdiri hanya satu langkah di depan Menur. Aroma sabun dari tubuhnya menyerang indra penciuman Menur, membuatnya sedikit limbung oleh gairah.
1045.0K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as the book is the desk
Read
+Library
Nikah Kilat: Terjebak Pesona Tuan Muda Posesif

Nikah Kilat: Terjebak Pesona Tuan Muda Posesif

Hanya ada beberapa sofa, rak gantung, dan kabinet. Lalu, sepasang mata Alina segera tertumbuk pada beberapa sampul buku yang familiar. Ia menghampiri meja itu dengan nyaris berlari, membuka satu per satu buku yang tersusun rapi. Alina tidak menyangka, itu semua adalah buku sketsa miliknya. Alina lantas berbalik, menatap Gallen dengan mata membulat. “Gallen, kenapa buku sketsaku ada di sini?”
102.6K viewsCompletedAdded to Library 101 Times as the book is the desk
Read
+Library
Rahasia Gelap Sang Dokter Cantik

Rahasia Gelap Sang Dokter Cantik

Rasa penasaran membuatnya segera meraih kotak tersebut dan menariknya mendekat. Tanpa menunggu lama, Raka mulai membuka kemasan itu. Suara sobekan lakban memenuhi ruangan yang sunyi hingga akhirnya sebuah buku berhasil ia keluarkan dari dalam kardus. "Cara Menghadapi Wanita?" baca Raka sambil mengangkat sebelah alisnya. Tatapannya berpindah dari sampul buku ke isi kardus seolah memastikan ia tidak salah melihat.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 23 Times as the book is the desk
Read
+Library
Tabib Desa, Pemikat Para Pria

Tabib Desa, Pemikat Para Pria

Lioren pun berdiri. "Ikuti kami." Mereka bertiga berjalan meninggalkan ruangan tabib, menuju ruang studi istana, ruangan sunyi yang dipenuhi rak-rak buku tua, meja kayu besar, serta nyala lilin yang berpendar lembut. Di sana, mereka mengambil tempat di kursi mengitari meja bundar. Cahaya keemasan menari pelan. Suasana terasa berat… sekaligus rahasia.
428 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as the book is the desk
Read
+Library
Sahabatku Perebut Suamiku

Sahabatku Perebut Suamiku

“Bodoh sekali kau Desya, untuk apa melakukan hal konyol sepeti itu. Kamu ini masih bersuami, lagipula meskipun kamu menganggapnya kakak, belum tentu dia berpikir seperti itu.” Desya memukul kepalanya sendiri. Mencoba menyadarkan dirinya yang begitu bodoh. Sebuah buku harian, yang tergeletak begitu saja di kamar tamu yang sedang Desya tempati. Masih di posisi yang sama. Desya tersita pada buku itu dan kemudian mengambilnya. Membuka lembaran-demi lembaran yang membuatnya menangis. Apalagi kalau bukan hari-harinya bersama Rangga?
1010.7K viewsOngoingAdded to Library 321 Times as the book is the desk
Read
+Library
Fantarna

Fantarna

Aku masih penasaran dengan semua yang kulakukan hari ini. Aku membuka halaman berikutnya sampai akhir seperti mesin penghitung uang dan tetap saja tidak ada apapun. Sambil mengumpat aku melempar buku itu ke kotak tadi. Lalu aku melihat ada yang bergeser di kotak itu. Sebelah alisku terangkat dan tanganku penasaran dengan sesuatu yang bergerak itu. Aku baru tahu kotak itu memiliki dua ruang untuk menyimpan benda. Satu diatas dan yang satu lagi dibawahnya. Di papan yang tanpa kaca. Aku menggeser penutup kotak itu dan melihat buku lagi bewarna hitam keunguan. Kenapa orang ini punya banyak sekali buku ini! Aku mengambil buku itu dan mengusap debu kuning yang menempel. Aku mulai membuka halaman p
104.5K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as the book is the desk
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia menjadi sebuah buku tertutup sederhana. Tanpa ancaman. Tanpa paksaan. Hanya diam. Menunggu waktu yang tepat. The First Author mengambil buku itu dan meletakkannya di meja batu. “Sekarang ia menjadi The Resting Volume.” “Tempat akhir beristirahat sampai benar-benar ditemukan.” Ruang putih kembali tenang. Retakan menutup. Dunia-dunia proyeksi kembali menari di udara.
734 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as the book is the desk
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status