Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Shinta memejamkan mata, merasakan sejuknya udara pagi dan belaian cahaya yang berwarna kekuningan merambat melalui pori-pori kulit. "Seperti mentari yang selalu menyinari bumi meski tidak dinanti, aku akan selalu hadir di hati ini." Shinta tersentak. Dia langsung membelalakkan matanya. Sadar, jika itu hanya sebuah serpihan kecil kenangannya bersama Arya. Kenangan yang sulit sekali bagi Shinta untuk melupakan.
1014.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Entah berkah atau musibah? Amanda Siti Aura, biar keren gue panggil dia Siti. Dia teman sebangku gue dari kelas 10, dan ternyata kita harus sekelas lagi dan sebangku lagi di kelas 11. Padahal kerjaan sehari-hari kita adalah bacot bacotan, saling menghina, saling memaki, kagak ada akur-akurnya kek bawang merah dan bawang putih.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Apa ia mandi secepat itu? Wajah Safira berubah ekspresi. Ia tidak menyadari keberadaan Athena atau yang lain. Yang jelas Sunny sudah duduk di sana dengan kharismanya. Safira tidak tahan karena merasa Sunny selalu menatapnya dari balik kacamata hitamnya. Sunny memang selalu mengenakan kacamata hitam agar ia dapat menatap Ariana sesuka hatinya tanpa ketahuan yang lainnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
Ipar Pengusir Sepi

Ipar Pengusir Sepi

* Semua mata yang lewat tertuju pada pasangan gelap itu, padahal mereka hanya sedang duduk santai di depan teras. “Wah, sepertinya hari ini kalian lagi damai yo!” sindirnya. “Buk, Leni! Tumben lewat sini buk,” sapa Tasya mencoba ramah, meskipun ia sudah kesal dengan sindirannya. “Ini lagi penasaran saja, denger-denger kalian sering ribut tapi kok yo hari ini tumben adem ayem!” jelasnya seraya menyindir.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua untuk Cinta

Kesempatan Kedua untuk Cinta

Karena merasa suntuk dan bosan, ia mengeluarkan ponselnya membuka sosial media. Jemari Ray berhenti menggulir layar ponselnya ketika menemukan postingan foto Sepia di sebuah pantai, foto-foto yang diunggah kebanyakan siluet tetapi bayangan hitam itu tetap tidak mampu menyembunyikan kecantikan Sepia. Ray baru merasakan gagal move on yang sesungguhnya. Setelah Sepia mungkin telah sangat membencinya kini. “Sepia bersama siapa? Terlihat sangat bahagia dan lebih cantik …,” tanpa sadar Ray kembali memuji perempuan itu.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Aku bersyukur saat hujan jatuh membasahi bumi karena itu berkat yang harus di syukuri dan begitu juga dengan kesendirian yang aku jalani sekarang, aku harus menjalaninya dengan kebahagiaan dan menjaga diri sendiri dengan baik adanya. Esok hari aku rencana mau ke Taman yang dekat dari kosan, tapi keadaan di luar lagi tidak baik masih dalam penjagaan ketat. Semoga sore nanti cuacanya cerah, sudah lama aku tidak lari sore karena malasnya selalu sendiri kemana-mana. Tiba-tiba suara HP ku berdering dan aku angkat ternyata yang menelepon adalah sepupu/anak dari udak ku/adik laki-laki saudara papa yang di kampung dan anaknya bernama Tiur, dan tinggal di Porsea.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

Pipi Tenri merona, diam-diam dalam hatinya terangkai sebuah doa agar rumah tangga yang dibinanya bersama Tyo bisa menjadi keluarga yang tenang, tentram dan damai serta memiliki penerus yang salih dan salihah. “Hayooo … kenapa diam, lagi mikirin apa?” tanya Tyo lagi dengan nada menggoda istrinya. “Tidak, tidak ada apa-apa.” jawab Tenri sambil tersenyum. “Tidak ji … betulan kah?” goda Tyo lagi sambil menirukan dialek daerah yang sering digunakan istrinya. Tenri tertawa mendengar ucapan suaminya yang terdengar kaku di lidah Tyo.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Bisa juga melucu, kata hati Ani di kala lelaki di sampingnya membuat dia tertawa. Beranda rumah tampak berwarna oleh guratan orang-orang yang sedang duduk di kursi. Sinar mentari yang mulai keluar dari persembunyiannya menyorot tepat ke arah kursi kosong di depan Ani. Sangat indah, kata wanita itu, lalu lelaki yang ada di sampingnya memutarkan kepala untuk melihat langit biru sambil berdiri, oksigen pun dihirupnya begitu segar.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Mereka bilang tidak baik jika seorang wanita keluar di malam hari. Pandangan Amara kemudian terhenti di meja belajar Satria. Tepat di samping tumpukan buku buku beratnya tersebut, terpampang foto. Dua orang berjejer satu sama lain di dalam foto tersebut. Satria terlihat sangat bahagia dengan senyum khasnya. Sementara di sebelahnya, seseorang yang dia benci. Seseorang yang merusak banyak hal dalam hidupnya. Namun di foto tersebut Gita terasa sangat berbahagia. Dari foto terlihat jelas mereka saling menyayangi satu sama lain.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai sunyi sepi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status