Ayahku Tidak Tamat SD
Tampak sekali jika kekehannya itu hanya untuk sekedar mencairkan suasana, mungkin iapun merasa tak enak karena melihatku yang sedari tadi hampir tak berkutik setelah membaca suratnya.
"Saya berharap, kamu bisa memberikanku jawaban secepatnya, ya Mar. Tidak harus besok, tapi boleh dalam minggu ini supaya kamu juga bisa shalat istikharah," Imbuhnya lagi yang langsung melegakan perasaanku. Setidaknya ia tidak menuntutku memberi jawaban besok pagi, karena akupun tak tahu harus menjawab seperti apa. Namun, suara ketua osis SMA dari bibir pintu membuatku seketika menoleh. Disana, ketua Osis bernama Ihsan itu tengah berdiri di atas kursi yang di belakangnya terdapat para siswa dan beberapa orang g