Akad Dadakan: Suami Penggantiku Ternyata Sultan
Aroma shoyu dan jahe hangat mengisi udara, sementara musik Jepang lembut terdengar samar.
Di hadapan mereka, piring-piring kecil berwarna pastel sudah berjejer: sushi roll, tamago, salmon sashimi, yang sudah hampir habis.
Isvara yang sedang menuang teh hangat menoleh pelan. Tatapannya sedikit bingung. “Baik, kok. Emang kenapa?”
Citra hanya menatapnya, lama, seperti menimbang sesuatu.
“Cit, kamu bikin aku penasaran deh,” ujar Isvara akhirnya, menatap sahabatnya yang sedari tadi kelihatan gelisah. “Ada apa sih sebenernya?”
Hot Chapters