Ahli Waris
“Jangan dipeluk! Enak saja. Lamar dia dengan membawa dua puluh kambing dengan ciri yang sama kambing kembar, si ahli waris! Lalu pisang raja kuning banget tanpa ada serat 100 buah. Cengkir mulus warna coklat muda lima puluh. Jelas!”
Zam mendelik, namun mengangguk. Paman berjalan menghampiri Surti. “Baiklah, jika kamu mencintainya, Bapak akan memberikan Zam kesempatan.” Surti tersenyum dan memeluk Paman lalu Bude.
“Syukurlah, masalah selesai! Tinggal kamu, Man!”
“Hmm, uhuk-uhuk! Maaf gantian aku yang paling ganteng ini, untuk melakukan sesuatu. Sabar semua dengan pernyataanku setelah ini.”
Bab Populer