Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Rita

Pembalasan Rita

balas pria dengan tubuh tinggi besar hampir sama posturenya dengan yang ia sebut abang tadi. Pria asing itu menundukkan kepalanya dengan sikap hormat dan mengulurkan tangan ke arah Eli. “Nama saya Fuad, Bu. Abang kandung Safar. Saya mengantar istri karena ditugaskan oleh Dokter pribadi. Pakaian saya preman karena sehari-hari begini pekerjaan saya.” Lega, begitu yang dirasakan oleh Eli. “Jangan di sini atuh, ayo masuk. Bisa awasi jalanan dari CCTV, masa gitu aja nggak tahu.”
7.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 229 Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
Jerat Casanova Insaf

Jerat Casanova Insaf

tanya Sakti. "Hhmm." "Sebentar, tadi Bik Sumi buat salad buah, aku ambil dulu." Gendis meninggalkan tempat itu. "Gimana calon menantu Papa?" "Apanya?" Satyo meletakkan sendok dan garpu, lelaki paruh baya itu berhasil menyelesaikan makan malamnya dan satu kali menambahkan nasi dan lauk di piringnya. "Masakan enak, sopan, sarjana pula, biasa kerja dan mandiri, bukan seperti gadis-gadis yang lain materialis, banyak poin plus nya, Pa."
1059.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang syafii efendi
Ipakita ang mga Review (36)
Read
+Library
Anies
TAMAT dan akhrinya sampai juga di penghujung cerita manis ini, terima kasih kak chida sayang.. sakti gendis akhirnya happy ending juga, cerita yang luar biasa dari author kesayangan. terima kasih sekali lagi, sukses selalu kak chida di tunggu karya² berikutnya
Ayu Claa
Happy ending.... Akhir cerita yang manis, semanis nama pemeran utama wanitanya Gendis.hehe... Makasih kak Chida sudah menghibur kita dengan kisah² manisnya Gendis dan Sakti, sukses dan sehat selalu, di tunggu karya selanjutnya. Emuuuuuuaaach.... peluk cium dari Kadiri kota tahu?!!hihi,
Basahin ang Lahat ng Review
Akhir Yang Bahagia

Akhir Yang Bahagia

Rara tersenyum ramah, “Kamu tau beberapa hal tentang ayah aku? Sosok ayah aku gimana di mata kamu?” Fajar menelan ludahnya kasar, ia tak tau harus menjawab apa. Lelaki itu hanya ditugaskan oleh Naren untuk mengantar. Meskipun, Naren memberi pesan padanya untuk tak banyak bicara. “Kok diem?” tanya Rara sembari menepuk pundak Fajar dari belakang. Fajar tersenyum sopan, “Tuan Besar adalah sosok yang baik dan tegas di saat yang bersamaan.”
105.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 190 Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
Selamat Tinggal, Haris Gunawan

Selamat Tinggal, Haris Gunawan

"Nanti kalau kamu sibuk, balas saja dengan emotikon senyum, supaya aku tahu kamu baik-baik saja." ... Sekarang, mengirim pesan pun dia sudah malas. Aku mengenalnya karena ibuku. Ibuku adalah wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga selama puluhan tahun, dan akhirnya melompat dari gedung tinggi, meninggalkan jasad yang hancur. Haris adalah petugas pemulasaran jenazahnya. Aku melihat Haris mengenakan sarung tangan, menyusun kembali tubuh ibuku dengan hati-hati, matanya penuh dengan rasa hormat dan iba.
11.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 283 Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
Salah Jodoh

Salah Jodoh

Freesia belum sempat menjawab ketika terdengar suara dari pintu kaca restoran, “Freesia?” Freesia berbalik dan dilihatnya sosok tinggi pria yang dijodohkan dengannya berdiri di sana. Bramasta Adibrata. Ahli waris Brata Group. Putra sulung keluarga Adibrata yang terkenal dengan ambisinya. Semua orang menyebutnya berani, tapi di mata Freesia, pria itu adalah pria yang penuh ambisi dan keserakahan.
5.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 130 Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
Tarian Persembahan Sang Ratu

Tarian Persembahan Sang Ratu

Kebetulan pula lelaki itu sedang membersihkan makam mendiang istrinya yang mulai ditumbuhi rumput. “Assalammualaikum, apa kabarmu, kawan? Lama sekali tak pergi ke Samudra Pasai?” Hasan memeluk sahabatnya yang telah berlatih dengannya sedari kecil. “Wa’alaikumussalam. Kabar baik. Kenapa kemari tak memberi kabar dulu. Bahkan membawa pasukan. Apa ada masalah?” Syarif melepas pelukan sembari menepuk bahu sahabatnya. Tinggi dua lelaki itu sama. Kemampuan pun tak berbeda jauh. Hanya saja Syarif lebih suka menyebarkan agama dibandingkan memegang jabatan di pemerintahan.
105.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 120 Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Dihina Pengangguran Tak Berdaya, Ternyata Suamiku Kaya Raya

Belum sampai viral karena Rey sudah lebih dulu melihatnya, dengan Rafael lekas men-take down-nya. "Kali ini siapa lagi pelakunya?" "Menurutku ya si Syarif itu. Mukanya sudah kayak kriminal bertampang malaikat." Tidak tahu kenapa Sandy begitu sensi dengan nama Syarif. "Ssstttt, bisa diam tidak. Kalau tidak bisa bantu, setidaknya to ming se." "Apa tu?" Reflek Rey bertanya. "Tolong mingkem sebentar, alias diam!"
1057.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...

Not Only as Soulmates, but as Life Partners, But...

“Tha, tha e fìor. Cò tha seo? [ Ya itu benar. Siapa ini?]’’ Tanya seseorang di seberang sana. “Math. Is e m ’ainm Zhafar Basrian Rafael. Math bruidhinn riut. [ Baik. Nama Saya Zhafar Basrian Rafael. Senang berbicara denganmu]” Ucap Zhafar masih dengan ketenangan. “Zhafar? Tha e coltach gu bheil cuimhne agam air rudeigin . . .[Zhafar? Sepertinya Saya ingat sesuatu . . . ]”
5.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 166 Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

Namun seseorang itu siapa dia tidak bisa mengingatnya. “Ra, Shafeeya anak yang tomboy dari kecil. Karena ketomboy-anya itu dia bergabung menjadi polwan. Bagian digital forensik,” Haidar menjelaskan sedikit tentang Shafeeya padanya. “Biasa aja kali Mas! Yang penting meski tomboy tapi aku masih normal, suka cowok ganteng. Masih suka Jono bukan Jeni. Hahaha,” “Kau lucu sekali, Shafeeya.”
109.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 317 Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
Firdaus

Firdaus

Haikal cowok, tapi dia tidak tahan asap rokok. Setelah beberapa saat ternyata pria asing itu sudah sangat dekat dengan posisi mereka sekarang. Tangan kirinya yang ia sandarkan di sandaran bangku hampir saja menyentuh bahu Afifah, untungnya Afifah menghadap ke arahnya sedari tadi. Haikal berdiri dan menggandeng Afifah. "Bis nya sudah datang?" Tanya Afifah. "Belum," Jawab Haikal sambil mengambil ponsel di tangan Afifah lalu mengetik sesuatu.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 59 Beses bilang syafii efendi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status