Pelakor Tak Pantas Bahagia
Dia meremas lembut tangan Intan.
“Iya, aku bakal jaga Dika, kamu tenang yah!” jawab Intan.
Airin memejamkan mata. “Kak, tuntun Adek, dia sudah datang, waktu adek sudah habis” pintanya masih dengan mata terpejam.
Andika mendekat ke telinga Airin, dia mengucap lafaz “LAILAHA ILLALLAH.”
“LA— ILA— HA ILLA— LAH,” ucap Airin. Setelah itu dia menarik napas, panjang, wajahnya tersenyum, dan memejamkan mata.