Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA

DINIKAHI CUCU TERBUANG: SUAMIKU TERNYATA PENGUASA DUNIA

Kesan & Pesan Selama Menulis Menulis ribuan kata setiap harinya bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat di mana saya merasa stuck (buntu ide), kehilangan arah alur, atau merasa sangat lelah secara mental. Namun, setiap kali saya membuka kolom komentar, melihat semangat kalian yang menanti update, dan membaca komentar-komentar seru dari kalian, rasa lelah itu seketika hilang. "Komentar dan dukungan kalian adalah keajaiban yang selalu berhasil membangkitkan semangat saya untuk kembali mengetik dan memberikan bab terbaik."
9.9101.0K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

ujar Lira dengan suara gemetar tapi tegas, “aku akan menulis ulang ketakutan itu. Dengan ingatan, bukan darah.” Penulis Bayangan diam sejenak, lalu tertawa pelan. “Coba saja, Penulis Baru. Tapi ingat—setiap kata yang kau tulis akan menghapus satu hari hidupmu.” Lira menatapnya tanpa gentar. “Kalau itu harga yang harus kubayar, biarlah dunia membaca ulang dengan mataku.”
101.5K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Puisiku Habis kata Teriris air mata Sayang, apa kau sadar? Saat kau beku... Sajakku Hilang makna Teretas perih luka ________________ Jika sebagian orang memilih menulis sebagai sarana ekspresi diri, berbeda bagiku, menulis adalah terapi paling ampuh untuk menguatkan diri. Sayup-sayup terdengar suara dering yang memekakkan telinga. Kelopak mata terasa lengket, seperti ada lem perekat diantaranya.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

“Tapi aku butuh satu hal, Om. Tolong belikan aku laptop.” Bagus mengerutkan kening. “Laptop? Buat apa?” tanyanya heran.” Kamu harusnya banyak istirahat, Vita. Jangan mikirin kerjaan dulu.” “Aku nggak mau kerja untuk orang lain, Om,” balas Savita saat sebuah ide muncul di kepalanya sejak semalam. “Aku mau menulis. Semua yang terjadi di kamar itu, semua racun yang masuk ke tubuhku, semua wajah Mahendra saat dia mengaku… aku mau menuangkannya ke dalam tulisan.”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Pengkhianatan di Balik Kesetiaan

Pengkhianatan di Balik Kesetiaan

“Kamu bisa tahu?” “Bisa. Orang yang pernah patah hati punya caranya sendiri dalam menulis,” jawab Arsen pelan, menatap laut di kejauhan. “Mereka nggak menulis untuk dikagumi. Mereka menulis untuk bertahan.” Alya terdiam. Kata-kata itu menembus sesuatu di dalam dadanya. Ia menatap laut, sama seperti Arsen, dan tersenyum tipis. “Mungkin kamu benar.”
1.1K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Suamiku Ustadz Dingin

Suamiku Ustadz Dingin

Saat ini dia berada di kamar seperti biasa. Kemudian Balqis menulis ulang buku hariannya. Sebab kesedihannya tak bisa ia ungkapkan kepada siapa pun kecuali Tuhan dan buku hariannya. Lalu yang ditulis Balqis adalah. Banyak hal yang perlu diragukan Saya tidak yakin apakah saya harus bertahan saya sangat lelah aku mengagumimu Tapi Anda memuji orang lain Aku tidak tahu apakah aku tidak bisa melupakan masa laluku
9.525.0K viewsCompletedAdded to Library 701 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Good Novel

Good Novel

Arrogant you lift defiant Boughs against the moaning blast, That, like some invisible giant, Wrapped in tumult, thunders past. Is it that in such insurgent Fury tossed from tree to tree, You would quench the fiercely urgent Pangs of some old memory? As in toil and violent action, That still help them to forget, Mortals drown the dark distraction And insistence of regret. 8 She muses in the gathering twilight. Last night I slept till midnight; then woke, and far away
7.922.6K viewsOngoingAdded to Library 722 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

Dengan jadwal Elvano yang semakin sering bepergian, Raina belajar mengisi ruang-ruang sendiri dengan cara yang lebih sadar. Ia mulai menulis lebih sering—bukan untuk dipublikasikan, tetapi untuk memahami. Tulisan-tulisannya tidak selalu rapi. Kadang hanya potongan kalimat. Kadang hanya satu kata yang terasa cukup. Suatu malam, ia menulis: “Sunyi tidak perlu diisi. Ia perlu didengar.” Kalimat itu ia baca berulang kali sebelum menutup buku.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Jika bertanya, aku akan menjelaskan kepadanya bahwa, “Aku juga tidak tahu!” Sebenarnya, dalam diamku ketika sendiri, baik itu di warung atau di rumah, selalu merangkai sebuah kata-kata. Terlepas dari itu puisi atau bukan, aku tidak pernah menuliskannya dalam buku, belum mempunyai keinginan. Nanti, jika memang menarik untuk dilakukan, aku akan menuliskannya pada sebuah lembaran kertas. “Selesai!” ucap Mei dengan semangat, walau lelah.
8.910.0K viewsCompletedAdded to Library 289 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Ini adalah pertempuran kalimat melawan kalimat. Makna melawan niat. Kenangan melawan penghapusan. Rangkai terus menulis: “Semua ini hanya ilusi.” “Pesantren ini fiksi.” “Tak ada yang pernah nyata.” Tapi Lena, kali ini, menulis satu kalimat dengan tangannya sendiri: “Jika aku tidak nyata, kenapa aku masih merasa sakit saat dilupakan?” Dan dunia bergetar. 6. Kebenaran yang Belum Ditulis
2.7K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status