Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Suatu sore, di sebuah kafe kecil tempat mereka biasa berdiskusi naskah, Damar berkata pelan, “Aku suka caramu menulis, Nay. Setiap kalimat kayak punya nyawa.” Nayla tersenyum malu. “Aku cuma nulis apa yang aku rasa. Kadang sakit, kadang indah.” “Dan kamu bisa bikin yang sakit terasa indah,” jawab Damar sambil menatapnya. “Itu nggak semua orang bisa.” Ada jeda di antara mereka. Hening, tapi tidak canggung. ⸻
1.4K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Pacar Tajir

Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Pacar Tajir

Suaranya tercekat di tengah-tengah. "Aku nulis karena di dunia nyata aku sering kehilangan kata." Dadanya terasa sesak. Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. Ia membayangkan wajah Lila saat menulisnya, mungkin dengan tangan bergetar, dengan air mata yang menetes di kertas itu. "Ya Tuhan, aku bodoh banget…" Bayu menutup wajahnya dengan tangan.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!

Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!

Olivia terlalu banyak bermain-main belakangan ini. Matanya terbelalak seketika saat membaca satu deretan kalimat yang membuat darahnya berdesir serta tubuhnya membeku. ‘Agar tidak mudah terluka, hiduplah seolah kamu tidak punya tempat istimewa di hati manusia manapun.’ Deg. Quotes ini seperti terlalu menyindirnya, iya bukan? Ah, tapi untuk apa terhenyak hanya karena sebuah quotes. Olivia mencibir dirinya sendiri yang terlalu dramatis. Tangannya membuka halaman berikutnya, semakin ke belakang semakin banyak beirsi quotes.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Tolong Perlahan, Dokter Nate!

Tolong Perlahan, Dokter Nate!

"Mungkin aku tidak akan pernah bisa menerbitkan buku lagi di bawah namaku. Mungkin aku harus mulai dari nol, atau melakukan hal lain sama sekali untuk bertahan hidup." Ariel mengambil tasnya, lalu menatap Matthew dengan tatapan kasihan. "Tapi ada satu hal yang tidak bisa kau hancurkan: imajinasiku. Kau bisa menutup semua pintu penerbitan, tapi kau tidak bisa menghentikan jariku untuk menulis. Aku lebih baik menulis di atas kertas buram yang tidak akan pernah dibaca siapapun, daripada menulis di atas kertas emas tapi hatiku terpenjara." "Kau gila," desis Matthew.
9.3221.7K viewsCompletedAdded to Library 8.2K Times as sylvia plath quotes about writing
Show Reviews (26)
Read
+Library
Penyuka Novel
Ga berniat SPAM tp seriusan aku masih gagal move on utk baca novel2 lain.. re-reading lagi novel ini.. paling suka bagian ariel & nathan pas jadi dokter & murid. Begitu ariel udah pulang dari London, gaya tulisan author udah jadi beda. Tp tetep bagus..mungkin harus bikin season 2??
momominky169
Sebenarnya, masih banyak yang layak direkomendasikan buat genre dark romance. nggak tahu ini pertimbangannya apa. karena banyak seksnya doank? soalnya ya cowoknya plinplan dan menang nafsu aja. ceweknya juga bodoh. masa udah dewasa nggak tahu kalau ML berkali-kali tanpa kondom bisa hamil?
Read All Reviews
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Hujan reda, tapi genangan di jalanan seperti cermin yang retak-memantulkan bayangan yang tak lengkap karena malam. "Karena mungkin..." suara Sylvia lirih, namun kali ini terasa berbeda-seperti dia berbicara bukan dari pikirannya, tapi dari tempat yang lebih dalam, "...ada sesuatu dalam dunia ini yang tak ingin kau mengingatnya."
101.7K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

“Karena aku juga udah beda.” “Lebih kuat?” “Lebih berani.” “Dan lebih mencintai diri sendiri?” Jasmin mengangguk. “Dulu aku nulis karena takut lupa. Sekarang aku nulis karena aku tahu aku pantas dikenang.” Reyan mengecup keningnya. “Kalimat itu harus kamu tulis di halaman dedikasi.” “Buat kamu?” “Buat diri kamu sendiri.” Jasmin tersenyum. “Tapi kamu tetap dapat halaman khusus. Tanpa kamu, aku mungkin nggak akan pernah tahu bahwa luka bisa berubah jadi cerita yang indah.”
106.5K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Laut di belakang kami mulai berubah, huruf-huruf berjatuhan dari langit seperti hujan perak. Setiap tetes yang jatuh menciptakan bunyi — nada kecil seperti detak jam yang menulis waktu. Aku mengangkat pena yang tiba-tiba muncul di tanganku, pena logam sederhana, sama seperti yang dulu Arga pakai di rumah pertama kami. Kuketik satu kalimat di udara. Setiap kata menyala, jatuh ke laut, menjadi ombak. “Kami menulis karena ingin tetap hidup di hati yang membaca, bukan di mesin yang mengingat.”
819 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Firen duduk di tepi kolam pagi itu, tatapannya kosong ke arah permukaan air yang tenang. Di sekelilingnya, daun-daun jatuh tanpa suara, seolah dunia pun tak ingin mengganggunya. Sudah tiga hari ia tidak menulis. Bukan karena kehabisan kata, melainkan karena satu kalimat di kepalanya terus berputar: "Bagaimana jika apa yang aku tulis tidak berarti apa-apa?"
102.0K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Lagu itu membawa pesan bahwa setiap orang adalah penulis, setiap hari adalah halaman baru, dan setiap kegagalan hanyalah draf yang bisa diperbaiki. Nara mengambil selembar daun yang jatuh dari Pohon Memori. Ia menuliskan satu kata di atasnya dan membiarkannya terbang terbawa angin menuju Jembatan Cahaya. Kata itu adalah: "TERUSKAN."
965 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Yudha berdiri di sampingnya, menatap laut manusia di sekitar mereka tanpa bicara. Setiap kalimat dalam catatan itu seperti mengguncang hatinya perlahan, membuatnya sadar bahwa meski waktu telah berlalu, suara Arga tetap hidup dalam setiap kata. > “Rani, dulu aku pikir menulis berarti menciptakan sesuatu dari nol. Tapi ternyata, menulis adalah cara untuk mengingat. Kau pernah bilang, kenangan adalah rumah yang tak bisa kita tinggalkan. Dan aku baru mengerti, rumah itu bukan tempat, tapi nama seseorang.”
1.4K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status