Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku yang tak mengerti cinta

Aku yang tak mengerti cinta

“Saat kamu pulang dan aku tidak ada, lalu kamu menemukan secarik kertas yang kutulis, katakan kamu siap membacanya. Aku akan pergi, sebentar, jangan mencariku Leo … jangan juga rindu. Katakan dalam doa bahwa aku sedang baik-baik saja! Salam, Siva” Catatan yang sempat kubuat di secarik kertas lusuh yang kutemukan dari bawah kolong ranjang. Aku susah payah untuk menulisnya, pulpen yang hampir sekarat dan tidak muncul tinta pada kertas, perjuangan akan menulis sebanding dengan perjuanganku untuk hidup.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Erotomania

Erotomania

"Tidak, bukan itu...Aku hanya tidak ingin kamu berpikir aku itu perempuan murahan. Aku... suka kamu, Zach. Benar benar suka. Dan ketika itu aku sedikit kesal karena puisi Byra begitu mengagumkan." "Kalian kan tidak bersaing." "Aku tahu, tetapi...Aku...Mampukah aku menulis sesuatu yang seindah itu?" "Kamu berbakat." "Kamu salah." "Tidak...dan kamu perlu kembali fokus cobalah lupakan sejenak tentang Brya...Lupakan semuanya, dan tulislah apapun yang kamu mau." "Ya ampun! Semua orang bilang begitu, tapi tidak semudah membalikan telapak tangan."
105.4K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

“Sesuatu yang tak bisa dijelaskan dengan sinonim. Sesuatu yang hanya bisa dirasa. Kamu harus menulis dari tempat itu, Lena.” Lena duduk. Di tangannya, pena metafisik yang terbentuk dari tekadnya sendiri mulai bergetar. Ia tak bisa menulis seperti biasa. Setiap kalimat yang ditulis di sini langsung terurai menjadi garis netral yang tak bernyawa. Tapi ia mengingat menggali lebih dalam momen saat ia hampir dilupakan, saat ia bersikeras bertahan. Momen saat satu-satunya kekuatan yang ia punya hanyalah keberadaan dirinya sendiri yang menolak dilenyapkan. Lena menutup mata. Dalam diam, ia menulis satu frasa di udara:
1.9K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu mengetik perlahan: > “Dulu aku menulis untuk bertahan hidup. Sekarang aku menulis agar tak lupa bahwa aku pernah hampir hilang.” Ia menatap kalimat itu lama, sebelum akhirnya menghapusnya kembali, lalu diam dan perlahan menikmati kopinya. Tak ada yang mengetuk pintu hari itu. Tak ada tamu. Tak ada suara ramai. Tapi bagi Bumi, hari itu... dunia seakan bicara padanya.
1011.6K viewsCompletedAdded to Library 279 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Mereka duduk berdua di bangku taman belakang kampus. Nara berkata pelan, “Aku pernah seperti kamu. Takut. Menulis satu kalimat saja rasanya seperti mengiris luka. Tapi tahu tidak? Luka itu akan tetap ada—ditulis atau tidak. Bedanya, saat kamu menulis… kamu memberinya nama. Dan sesuatu yang punya nama, bisa kamu ajak bicara.” Nayla menatap Nara dengan mata merah, “Kalau aku terlalu sakit untuk menulis?”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Kadang cukup hadir. Luna meraih catatan kecilnya dari tas, lalu mencoret sesuatu di halaman terakhir. Ia menuliskan satu kalimat yang terasa seperti simpulan. “Senyap bukan berarti hilang. Kadang, itu hanya ruang agar hati bisa bicara.” Adrian melirik, lalu tersenyum. “Kamu selalu punya cara nulis yang bikin aku mikir lama.” Luna menoleh. “Dan kamu selalu punya cara main gitar yang bikin aku pengen nyanyi.”
101.7K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

TUAN MUDA WIJAYA YANG BERGAIRAH

-nya ke dalam tubuh sang Juru Tulis. "Kau ingin menulis kesempurnaan?" bisik Surya di telinga Silas dengan nada yang mematikan. "Maka rasakanlah setiap detik perjuangan, rasa sakit, dan cinta yang membangun dunia ini! Kesempurnaanmu hanyalah kesunyian, tapi ceritaku adalah KEHIDUPAN!"
988 viewsOngoingAdded to Library 38 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
BE WITH YOU

BE WITH YOU

Menerima kenyataan dan berjuang menjalani hidup. “Aku suka kata-katanya,” mata Manee fokus pada lampionku. “Ada saran? Buatku tulis di sini?” “Yah, yang penulis kan kamu, masa kamu kehabisan kata-kata, sih?” “Penulis juga manusia.” Aku tertawa, tetap saja, bukannya penulis pintar merangkai kata dan selalu memiliki ide yang bagus? “Siapa bilang penulis itu dinosaurus? Manusia lah.”
103.9K viewsCompletedAdded to Library 106 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

KESUCIAN GADIS DESA HANCUR DI KOTA

“Karena… dengan menulis, aku bisa bicara pada dunia tanpa harus bersuara. Kadang… kata-kata di kertas lebih jujur daripada kata-kata dari mulut.” Aditya mengangguk, menatapnya dalam. “Aku ingin baca puisimu suatu hari nanti.” Hati Alya bergetar. Ia ingin menunjukkan, tapi di sisi lain, banyak puisinya adalah jeritan batin tentang luka yang tak bisa ia ceritakan. Ia takut Aditya akan tahu, lalu menjauh. “Aku tidak pantas untuknya. Aku sudah hancur. Kalau dia tahu, dia pasti akan pergi.”
101.4K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Suatu sore, di sebuah kafe kecil tempat mereka biasa berdiskusi naskah, Damar berkata pelan, “Aku suka caramu menulis, Nay. Setiap kalimat kayak punya nyawa.” Nayla tersenyum malu. “Aku cuma nulis apa yang aku rasa. Kadang sakit, kadang indah.” “Dan kamu bisa bikin yang sakit terasa indah,” jawab Damar sambil menatapnya. “Itu nggak semua orang bisa.” Ada jeda di antara mereka. Hening, tapi tidak canggung. ⸻
1.4K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as sylvia plath quotes about writing
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status