Terjebak Gairah Siluman
Lincoolnpuisi senja menjelang malamrenungan sepertiga malamlirik sepohon kayu daunnya rimbunmenikungmu di sepertiga malam
Ia terus memutar jemarinya di sekitar pusar, membuat Wulan melengkungkan punggungnya, dadanya membusung ke depan, mencari udara di tengah kepungan aura hitam Tagor.
"Kau ingin aku berhenti sekarang? Kita bisa berhenti jika kau mau."
Tagor berbisik tepat di telinga Wulan, lidahnya menyapu daun telinganya dengan kasar. Wulan menggeleng lemah, jemarinya kini malah mencengkeram lengan kekar Tagor yang berotot.
"Jangan... jangan berhenti..."
Tawa kemenangan Tagor meledak di kabin SUV yang kedap itu. "Itu dia. Kejujuran yang mahal. Kau memang jalang kecil yang haus energi hitam."