Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
"Maaf Pak, bukan tidak ada niat, tapi kita belum bisa memastikan apakah Zaitun ini benar-benar pergi, atau hanya keluar sementara. Pulang kampung atau ke mana gitu? Bisa jadi 'kan dia sudah izin pada Tuan dan Nyonya, tapi kita belum tahu saja?"
Kalimat sekonyong-konyong bijaksana itu keluar begitu saja dari mulutku yang pembohong besar ini. Karena jiwaku, inginku, sangat bertolak belakang dengan ujung lidahku. Tanpa ada yang minta sekalipun, sedari tadi aku sangat ingin pergi mencari dan membawa pulang Zaitun. Tapi di sisi lain, aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya bahwa, aku tidak bisa melakukannya.