Anak yang Kubenci
Meski usiaku sudah tiga puluh lima tahun, kalau mau ngomong sesuatu yang pribadi dengan Mama, aku masih saja malu-malu.
"Besok jadi?" Tembak Mama seperti tahu apa yang akan aku omongkan.
"Nah itu, Mah," mengatur posisi duduk agar lebih relax.
"Ada masalah?" Perempuan dengan sisa gurat wajah cantik itu menebak.
"Dikit," jawabku sembari menunjukkan Ibu jari dan jari telunjuk yang menempel. Mama tertawa.
"Ini tentang masa lalu Rita, Ma," kataku langsung. Aku orangnya tidak suka berbelit-belit, to the points saja. Mama menatapku lekat. Mengambil nafas dulu lalu lanjut.
Chapitres populaires