Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BUKAN MENANTU MISKIN

BUKAN MENANTU MISKIN

Mas Lana memegang tangan Ibunya. "Alhamdulillah, Ibu dikelilingi orang-orang baik. Ibu pasti akan segera sembuh," jawab Ibu. "Alhamdulillah, Bu." Aku mendekat ke arah Mama sebentar, lalu berbisik ke telinganya. "Ma, bisa kita bicara di luar sebentar?" tanyaku kemudian. "Tentu saja, Sayang," jawab Mama.
5.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Ya, aku harus jujur dan aku tak mau menutupinya lagi. ‘’Bismillah, aku nggak mau begini terus,’’ kataku membatin. ‘’Ma!’’ panggilku dengan jantung yang mulai berdentam hebat. ‘’Iya, Nel.’’ matanya masih fokus menatap layar benda pipih itu. ‘’Aku ingin bicara sesuatu sama Mama,’’ ucapku.
118.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Bastard Sister

Bastard Sister

Akan tetapi, sopankah kira-kira? Terdengar pintu kamarku diketuk dua kali dari luar. Aku yang baru saja duduk bersandar di kepala ranjang, dengan perasaan malas akhirnya terpaksa bangkit. Mama. Wanita berusia 56 tahun yang baru saja menjanda setahun itu tampak kuyu. Wajahnya seperti penat. Matanya sayu memandang ke arahku. “Mama butuh bicara,” ujarnya dengan nada yang pelan.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Miskin itu Memalukan

Miskin itu Memalukan

Aku sudah berbicara dengan Ruly dan dia tidak keberatan. Sore itu aku melihat mama duduk sendiri di teras depan. Berjalan pelan aku mendekat, mama tidak tahu aku berdiri di belakangnya. Ternyata mama sedang asyik berbalas chat dengan seseorang. Aku memang membelikan mama HP dan sim card baru, dengan syarat tidak boleh berhubungan lagi dengan Arif. “WA nan sama siapa, Ma?” Tanyaku mengagetkan mama. Segera aku mengambil tempat duduk tak jauh dari mama.
9.35.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Ssst, Diam Pak Boss!

Ssst, Diam Pak Boss!

Aku menunduk, berusaha mengalihkan topik pembicaraan. “Tadi aku lagi diperjalanan pulang, terus badai, jadi… terpaksa singgah disini. Mungkin juga panggilannya nggak kesambung karena sinyal hilang…” cicitku, ragu-ragu, berharap Mama tidak sadar dan berhenti menanyakan tentang keberadaan ku disini yang nyatanya tidak sendirian. “...iya, tapi Mama tanya, kamu sendirian di Motel itu?”
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Menyanyikan sebuah lagu yang kuyakini hampir segenap orangtua dan anak-anak seusiaku tahu liriknya. “Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu. Kemesraan ini, inginku kenang selalu.” Aku balik merangkul Mama. Menyandarkan kepalaku di bahunya untuk sesaat. Tak kuduga, beliau malah mengusap-usap kepalaku yang terbungkus dengan hijab berwarna magenta.
9.875.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Menantu Bintang Lima

Menantu Bintang Lima

"Kita bicara di taman bunga, yuk? Sambil minum teh, makan pempek ikan teri nasi. Mama yang buat tadi, dibantu Mbak Sri. Enak, lho. Ternyata kerasa banget." "Boleh, Mama. Kebetulan Tulip - Olive sudah tidur." kataku memberikan tanggapan positif. "Sebentar, Mirah ambil Baby Phone dulu. Biar dengar kalau mereka bangun." Mama mengangguk. Perlahan-lahan, aku kembali masuk ke kamar, mengambil Baby Phone dan smartphone. Semenjak kembali menapakkan kaki di rumah ini, aku sudah memutuskan untuk merekam setiap perbincangan dengan Mama. Bukan apa-apa, sih, supaya punya bukti saja jika di kemudian hari terjadi masalah. Bukankah pengalaman adalah pelajaran yang paling berharga?
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Maya cerita: “Aku besar di panti, tidur di ranjang besi, nyanyi di kafe kecil tiap Jumat malam. Aku tahu lagu Mama dari radio—Nada di Tengah Hujan. Aku pikir dia mati. Aku simpan foto dia di bawah bantal.” Naya peluk Maya erat, bau sabun colek dan hujan di rambutnya. “Mama hidup. Dia nyanyi buat kita tiap malam di koma. Aku denger suaranya di mimpi.”
817 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Kicauan Burung Mengungkap Perselingkuhan Suamiku

Kicauan Burung Mengungkap Perselingkuhan Suamiku

"Aku tidak bisa terus menerus berkonflik dengan kalian sementara itu disaksikan oleh kedua anakku. Aku benci dan berharap bahwa kalian akan pergi secepatnya dari rumah ini, tapi aku sadar itu semudah harapanku.' Saat bicara dengan mas Fahri seperti biasa wanita jarang itu selalu penasaran dan mencoba untuk selalu ikut campur dengan apa yang kami bahas tunggu sikap semacam itu adalah hal yang sangat menyebalkan dan membuat diriku gemas. "Siapa yang sedang bicara padamu sayang?" tanya wanita itu, dia masih mengenakan piyama yang bagian atas kancingnya belum tertutup dengan benar. Melihatnya seperti itu aku sebagai wanita saja merasa malu, sehingga aku palingkan wajah untuk tidak menatapnya. "A
6.832.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 778 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Dokter Untuk Gadis Nakal

Cinta Sang Dokter Untuk Gadis Nakal

Seru mas Adi. "Iya Mas, maaf ya, gara gara aku yang egois, Mas jadi kelaparan begini," Ucapku sembari menyendokan nasi untuk mas Adi. "Nggak sayang, itu wajar," Ucapnya seraya mengacak rambutku, "kamu pasti belum merasa tenang, sebelum ketemu mama." ujarnya. "Mas, aku mau ngobrol sama mama, bolehkan!" Tanyaku setengah berbisik.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai talking with my mother lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status