Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Oh, My Grim

Oh, My Grim

“Taman pusat di mana?” Grace memutar mata. “Udah lewat sebulan di sini masih ngga tau taman pusat?” tanyanya heran. Sampai berkacak pinggang. “Area taman rerumputan yang paling luas di Seirios, Chloe, depan gedung perpustakaan. Tempat dulu ada bianglala pasar malam waktu acara dies natalis—” “Ah, iya, oke.” Chloe segera menyela sebelum ingatan buruknya kembali hadir. “Gue tau taman itu, tapi gue ngga pernah tau sebutannya.”
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

Terjebak Gairah Liar Tante Sarah

“Kita lakukan sering-sering deh. Kan kamu sekarang lebih deket ke rumahku.” Langkah mereka melambat ketika lampu-lampu taman mulai menyala. Suasana berubah hangat, samar romantis, dan hening dengan cara yang tidak canggung. Luki tidak bilang apa-apa, tapi di dalam hati, ia tahu—malam itu baru akan dimulai. **** Berikut adegan lanjutan sesuai gaya naratif dan rules yang biasa kamu pakai: Di tengah langkah santai mereka mengelilingi taman, Luki sempat menunduk mengambil camilan yang hampir jatuh dari tusuknya. Saat ia berdiri lagi, tiba-tiba seseorang memanggil namanya.
1074.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati

Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati

"Apa yang kamu butuhkan? Kamu tidak akan hanya melihat mereka saja bukan? Tunggu di taman disana!" Pemuda itu menunjuk ke sebuah taman yang cukup dekat dengan perpustakaan. Di zaman modern, taman semacam itu banyak sekali Kadang-kadang buat nongkrong orang-orang bersama keluarga. Namun taman itu lebih indah daripada di dunianya. Bunga-bunganya sangat banyak, tampak nyaman, dan tampak ada banyak sihir yang mendekorasi tempat itu.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Pirate Queen

Pirate Queen

Mirip seperti rumah para bangsawan yang sering muncul di pelajaran sejarah. Taman belakang itu dipenuhi dengan berbagai macam bunga dan tumbuhan, membuat taman itu seakan-akan berasal dari dunia dongeng. Lampu taman yang menyala semakin terang seiring dengan semakin gelapnya langit pun menambah kesan magical namun juga mistis pada taman itu. Selesai melihat-lihat sekitar, Sagma menyadari bahwa langit sudah mulai gelap, "Sandya! Wira!" Sagma membalikkan badannya ke arah kolam ikan, "Ayo baㅡ?!"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Menikahi Kakakku yang Koma

Menikahi Kakakku yang Koma

gumamku pelan. Tanpa suara, Tama melepas jaketnya dan menyampirkannya ke bahuku. "Pakai saja. Jangan dibantah," katanya sebelum aku sempat memprotes. Aku mencoba mengalihkan perhatian dengan mengambil sebuah buku di rak yang agak tinggi. Saat aku berjinjit, sebuah tangan besar muncul dari belakangku. Tama menumpu satu tangannya di rak buku—tepat di samping kepalaku—sementara tangan lainnya mengambilkan buku itu dengan mudah.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Tertawan Pesona Bos Duda

Tertawan Pesona Bos Duda

Lalu, gadis itu merasa sedikit mulas. Di ujung lobi, Bram berbelok ke kanan. Mereka melewati taman dengan air mancur di tengah dan dendrobium aneka warna di beberapa sisi taman. Zinia merah dan mawar putih dan kuning tumbuh di sekeliling kolam kecil. Tubuh mereka bergoyang pelan dipeluk angin. Taman itu menghadap restoran La Luna. Ayunan kaki Bram terhenti di depan ruangan di belakang restoran. Ia mendorong pintu. Wangi daging panggang dan aneka bumbu menyambut kedatangan mereka.
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Tidak Ada Suami yang Sempurna

Tidak Ada Suami yang Sempurna

Tamara mendorong tubu Theo untuk pergi. Setelah Theo pergi, Tamara menggelengkan kepalanya dengan frustrasi, sekarang dia tidak bisa fokus pada proposalnya tersebut. *** Di restoran Jepang kelas atas di mana semua meja berada di atas lantai tikar tatami, Lukman memeriksa dasi dan sepatunya lagi sebelum melangkah masuk dengan berpura-pura. “Dengan Pak Lukman, kan? Silahkan lewat sini.”
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia

Tapi mengapa satu tindakan bodohnya membuatnya merasa terganggu seperti ini? Lucas menggelengkan kepala, meneguk isi gelasnya dalam satu kali tarikan napas. Cairan itu membakar tenggorokannya, tetapi rasa panas yang ia dapatkan tidak cukup untuk menenangkan pikirannya. Pandangan matanya kembali tertuju ke taman. Taman itu, dengan air mancurnya yang megah, bunga-bunga yang tertata sempurna, dan jalan setapak berbatu yang berkilauan di bawah cahaya lampu taman. Tempat itu adalah kebanggaannya, tetapi juga pengingat yang menyakitkan.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Reborn Farmer to Richer

Reborn Farmer to Richer

"Paman Li ... Ini ...?" Houran menunjuk ke arah lapangan rumput di hadapannya, dengan beberapa pohon yang sengaja diatur dengan ukuran dan bentuk yang serupa. Ada pula sebuah kolam di tengah-tengahnya dengan air mancur yang semakin menunjukan kesan elegan tetapi masih mewah. Paman Li mengikuti arah dimana Dia menunjuk, lalu berbicara, "ini adalah taman utama, Tuan muda."
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

"Huruf awalannya nggak ada. Adanya huruf tengah R. Totalnya lima kotam juga." Tama mengangguk pelan. "Jarum nggak, sih," lanjutnya kali ini merasa kalau jawabannya sudah pasti benar. "Ih! Kok benar! Kamu pinter ih!" seruku sambil mengacungkan kedua jari jempolku karena keberhasilannya dalam menjawab soal. "Kalo gitu kita lanjut ke pertanyaan yang berikutnya. Ih, sayang!" protesku saat Tama merebut buku yang aku genggam dan menyimpannya ke dalam laci nakas. Pertanda jika kegiatan malam sudah harus diakhiri.
1032.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 705 kali sebagai taman luku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status