Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Secara spontan, Bunga memeluk erat lengan kiri Pram yang sedang memegang persneling. Pelukan itu membuat dua buah timun suri Bunga yang kencang menekan lengan Pram dengan sangat mantap. Meski Bunga memakai kacamata kain alias penyangga, Pram tetap bisa merasakan kenyalnya dua gundukan itu yang menghimpit lengannya. Gairah Pram kembali bergejolak, membuat tongkat baseball-nya yang tanpa kain segitiga itu kembali menegang di balik celana.
1060.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.2K Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
Pewaris Tunggal Pura-pura Miskin

Pewaris Tunggal Pura-pura Miskin

tanya Jannah dengan kedua matanya yang terus melirik kotak kecil yang masih berada di dalam genggaman tanganku. "Ambillah!" perintahku. Jannah meraih kotak itu dari telapak tanganku. "Buat aku?" tanya Jannah sembari menunjuk pada wajah anggunnya. "Iya, bunganya juga untuk kamu. Ambillah!" perintahku lagi. Jannah mengambil sepucuk bunga yang juga berada pada telapak tanganku. Aku menempelkan sepucuk bunga itu tepat di telinga kanan Jannah. Saat dirawat, Jannah tak memakai jilbab.
104.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 138 Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
Suddenly Become a Bride

Suddenly Become a Bride

Semua pasang mata manusia menatap perempuan tengah berdiri berdampingan dengan laki-laki paruh baya. Menggenggam seikat bunga putih – symbol pernikahan – dan bunga itu adalah bunga kesukaannya. Mungkin sebuah kebetulan yang pas.
106.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 204 Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
Akhirnya Aku Kembali

Akhirnya Aku Kembali

Dengan wajah yang berbinar, wanita itupun menatap lekat pada seikat bunga mawar yang ada di pangkuan Do Man lalu kembali berujar. "Do Man, kau membawa mawar merah? Untuk siapa ini? Apakah ini untukku? Astaga Do Man, kau sungguh manis sekali..." Seketika tangan wanita itupun langsung meraih seikat mawar yang dipegang oleh Do Man tanpa permisi.
9.8191.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 4.4K Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
Tertawan Pesona Bos Duda

Tertawan Pesona Bos Duda

Ada banyak perempuan mencoba mendekat, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuhnya, termasuk Nina. Penjaga berkepala botak menggeser tubuh. Ia berdiri di belakang Bram. Sementara rekannya yang memiliki tato bunga mawar di lengan berada dua jengkal di depan Bram. “Jangan buat keributan di sini, Bung.” Si tato bunga mawar meraih kerah kemeja Bram dan menariknya hingga wajah mereka nyaris tak berjarak.
1010.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 265 Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Dan tepat menuju ke arah mereka. Semuanya terjadi dalam hitungan detik. Mareeq refleks mengangkat tangan. Tangannya menangkap buket itu dengan sempurna. Hening. Seluruh ruangan mendadak diam. Naomi menatap buket. Mareeq menatap buket. Lalu keduanya menatap kerumunan di depan. Yang juga sedang menatap mereka. Flora adalah orang pertama yang berteriak. "Bunganya! Mareeq! Kamu tidak boleh menangkapnya."
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
Menikah Tapi Tak Serumah

Menikah Tapi Tak Serumah

Ia bahkan dibuat terkejut ketika belum selesai salamannya, perempuan paruh baya itu malah mengajaknya cipika-cipiki kemudian merangkul erat tubuhnya. Feiza benar-benar tidak mengerti akan apa yang terjadi. Namun meski begitu, ia kemudian tetap menyerahkan buket bunga mawar yang ada di tangannya pada Umi Furqon begitu perempuan itu melepas pelukan mereka. "Niki ... kagem, Bu Nyai," kata Feiza memberikan bunga itu.
1047.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 987 Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
Berondong Simpanan Istriku

Berondong Simpanan Istriku

Rindu kasih sayang dan belai hangat dari wanita yang telah melahirkannya. Malam itu Samsul melangkah dengan pasti, sesekali ia melihat buket bunga yang ia bawa ditangannya. Menghirup aromanya, dan kembali tersenyum, seakan wangi segar dari rangkaian bunga-bunga mawar merah yang ada di tangannya adalah, penyemangat agar Zahra tersentuh saat ia bersikap romantis. "Semoga Zahra suka dengan bunganya," gumamnya lirih
9.333.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 702 Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
Srikandi Antara Dendam Dan Cinta

Srikandi Antara Dendam Dan Cinta

Ia mendekat pada wanita yang di tangan kanan dan kirinya memegang beberapa tangkai bunga mawar warna-warni. "Bunga ini cantik, kan?" Tanya permaisuri, dan Marta tersenyum dipaksakan. Selama ini ia tak pernah mengagumi kecantikan bunga, karena seumur hidup ia habiskan untuk membentuk fisik dan jiwa pendekarnya. "Iya, Permaisuri." "Kalau begitu, ambil yang banyak. Kita tata di meja kamar nanti."
1015.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 483 Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
KAKAK, I LOVE YOU

KAKAK, I LOVE YOU

"Yeay. Aku yang dapet buketnya." Arinda berteriak kegirangan sambil berusaha mengangkat tinggi kumpulan mawar putih itu. Namun, seperti ada yang menahannya. Ia baru sadar jika ada tangan lain yang memegang buket itu. Pandangan matanya yang semula terfokus pada pergelangan tangan dilingkari arloji itu perlahan-lahan terus menurun sampai akhirnya bertemu dengan seraut wajah perpaduan oriental dan kebarat-baratan milik Elang.
1011.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 377 Beses bilang tangan muslimah memegang bunga
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status