Mari Berpisah, Mas
Tania terlihat lucu saat ini, ingin sekali mencubit pipinya yang mulai tembem tetapi tidak ia lakukan karena takut membuat istrinya marah, apalagi hati istrinya sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"Penolakanmu sudah sangat tepat. Kamu tenang saja, Sayang. Sampai kapanpun aku hanya mempunyai satu istri dan itu kamu, aku juga tak akan menikah dengan Murni karena hatiku hanya untukmu, aku mencintaimu dan cintaku ini tidak akan terbagi pada siapapun. I love you, Sayang," ucap Hanif sambil menatap lekat ke arah istrinya. Bahkan ia semakin mendekatkan diri ke arah Tania. Sapuan nafasnya mengenai wajah sang istri dan tak sadar bibir mereka saling bertautan tetapi hal itu tidak berlangsung lama ka
Chapitres populaires